Diving Pemula Agar Tidak Merusak Pendengaran | Breaktime
Tips Diving Pemula Agar Tidak Merusak Pendengaran
30.05.2017

Ada pesona baru dalam dunia pariwisata. Sebenarnya tidak terlalu baru, namun masyarakatlah yang baru mengenalnya. B’timers pasti tak asing dengan Bunaken, kan? Sebuah pulau yang ada di utara Sulawesi. Bunaken sudah sejak lama menjadi taman laut nasional. Tak lain karena keindahan menakjubkan alam bawah lautnya. Bunaken jadi sasaran empuk wisatawan dunia yang hobi diving atau sekedar snorkeling.

Namun, sekarang ini, keindahannya sudah mulai tersaingi dengan ditemukannya pantai-pantai di wilayah lain Indonesia yang setara atau bahkan lebih indah. Tak ayal masyarakat pun perlahan mulai demam melakukan snorkeling dan diving.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Catat! Ini Waktu Terbaik Gunakan Toilet Pesawat!

Setiap destinasi dengan keindahan alam bawah laut pasti akan menyediakan profesional untuk mendampingi siapapun yang ingin snorkeling atau diving. Yap, ini dilakukan karena semakin banyaknya wisatawan yang tak memiliki keahlian diving. Gaya hidup memaksakan mereka harus mengikuti trend apapun yang ada dalam lingkungan masyarakat.

Nah, Anda bisa saja melakukan diving. Meskipun ada guide yang akan mendampingi, tetap saja ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sendiri. Salah satunya adalah tentang masalah pendengaran. Ketahuilah bahwa diving ternyata bisa merusak pendengaran siapapun yang melakukannya. Ini dikarenakan tingginya tekanan di dasar laut.

Saat pertama kali menyelam, Anda pasti akan merasakan telinga yang berdengung, rasa sakit, atau bahkan rasanya seperti tersumbat. Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Diving Pemula Agar Tidak Merusak Pendengaran | Breaktime
Ada trik khusus agar diving tidak merusak pendengaran
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bawa Hal-Hal Ini Saat Jelajahi New Zealand

Dilansir dari National Geographic Indonesia, Dr. Soekirman Soeking yang merupakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia atau PP PERHATI-KL, menyatakan bahwa para penyelam pada dasarnya harus menguasai teknik equalisasi.

Seperti apa teknik equalisasi itu? Ada beberapa teknik equalisasi yang bisa dilakukan. Misalnya saja dengan menutup hidung dan menghembuskan udara ke hidung atau dengan menelan ludah. Teknik equalisasi ini bisa meminimalkan tekanan di telinga. Bahkan saat equalisasi, gendang telinga akan terasa bergerak.

Jadi sebenarnya antara hidung dan telinga itu memiliki hubungan yang namanya pipa ventilasi atau eustakius tube.

Selanjutnya, saat Anda akan menyelam, usahakan kondisi tubuh fit. Jadi, usahakan saat menyelam tidak dalam kondisi pilek atau sedang flu. Adanya lendir di hidung maupun tenggorokan ternyata bisa menyulitkan equalisasi. Jelas hal tersebut karena saluran eustasikus tersumbat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tiga Sebab Diusir Dari Pesawat, Selain Overbooking

Ketika Anda mengalami infeksi dari hidung dan tenggorokan, hal ini bisa menjalar ke telinga. Akibatnya dari cairan muncul infeksi. Nah, kalau cairan terlalu banyak akan mendorong gendang telinga yang tipis dan itulah yang membuat gendang telinga bisa pecah.

Selain itu, hindari pula untuk terlalu cepat naik ke permukaan laut. Caranya adalah naik secara perlahan sehingga tekanan pada telinga pun perlahan juga akan menghilang. Dengan begitu Anda bisa diving dengan aman tanpa merasa terganggu pendengaran Anda atau bahkan merusak pendengaran. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE