Taklukkan Seven Summit Ala Dua Srikandi Ini!
Taklukkan Seven Summit Ala Dua Srikandi Ini!
18.07.2017

Di dunia ini terdapat tujuh gunung tertinggi yang sering menjadi impian para pendaki. Istilah tujuh gunung tertinggi di dunia ini lebih dikenal dengan sebutan seven summit. Setiap pendaki pasti punya mimpi untuk sampai minimal di salah satu puncak tertinggi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh dua pendaki wanita asal Indonesia ini.

Mereka adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23). Keduanya merupakan srikandi dari tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mhitala-Unpar (WISSEMU). Keduanya sukses mendaki lima puncak tertinggi di dunia dan hanya tersisa dua puncak lagi, yaitu Gunung Denali di Alaska dan Everest di Nepal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Alami Sakit Saat Mendaki, Ini Cara Mengatasinya!

Sudah jelas, menjadi seorang pendaki bukanlah hal yang mudah. Anda harus memiliki kondisi fisik dan mental yang kuat. Apalagi jika Anda punya cita-cita untuk menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia.

Apalagi, sekarang ini keduanya sedang mempersiapkan diri untuk mendaki Gunung Denali. Meski tak setinggi Everest, gunung dengan ketinggian 6.190 mdpl ini tak bisa diremehkan. Mendaki Gunung Denali juga penuh tantangan. Para pendaki harus melewati track yang sangat panjang dengan beban total seberat 40 kg.

Beban seberat 40 kg tersebut dibagi menjadi dua, yaitu 22 kg adalah beban yang dibawa di punggung dengan menggunakan carrier. Sedangkan untuk sisanya yang 18 kg akan dibawa menggunakan sled yang disambungkan ke carrier.

Selain itu, Gunung Denali juga punya tantangan lain untuk para pendaki, yaitu banyaknya crevasse atau retakan gletser yang berbentuk jurang. Nah, letaknya ada di sepanjang jalur pendakian. Hal ini menjadi ancaman besar bagi para pendaki dan meningkatkan risiko pendaki jatuh.

Taklukkan Seven Summit Ala Dua Srikandi Ini!
Tips mendaki seven summit ala Fransiska dan Mathilda (dewantara.id)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Terbukti, Mendaki Gunung Buat Hidup Bermakna!

Itulah mengapa kekuatan fisik dan mental sangat dibutuhkan. Sebelum melakukan pendakian ekstrim ini, para pendaki jelas melakukan latihan fisik yang sangat intens. Khususnya untuk dua pendaki wanita tadi. Ternyata mereka tak sembarangan melakukan latihan fisik.

Keduanya melakukan latihan fisik sebanyak enam hari dalam satu minggu. Latihan tersebut terdiri dari latihan beban, lari jauh, lari trek, climbing, bouldering, yoga, dan berenang. Pendakian ke Gunung Denali ini cukup berbeda dengan gunung-gunung lainnya. Tim WISSEMU harus membawa sendiri beban mereka dengan sled.

Kedua pendaki wanita ini melakukan latihan beban dengan menarik ban seberat 18 kg selama 8 jam per hari dan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Nah, Anda bisa mencari jalan yang sedikit menanjak untuk latihan beban ini. Seperti yang dilakukan oleh Fransiska dan Mathilda, mereka berlatih di sepanjang jalur Pasar Lembang hingga Tangkuban Perahu. Latihan dilakukan sejak pagi pukul 8 hingga pukul 6 sore. Latihan ini dilakukan selama tiga hari agar pemulihan lebih cepat dan bisa tetap melakukan hal yang sama esok harinya.

Latihan beban tersebut jelas lebih berat, karena gaya gesek ban dengan aspal lebih berat dibandingkan dengan salju. Para pendaki akhirnya juga mampu meningkatkan daya tahan dan mental saat di lapangan.

Selain latihan beban dengan ban, Anda juga bisa mencoba latihan rutin dengan treking di bukit atau gunung dengan ketinggian yang rendah dengan waktu 90 menit. Bisa juga dengan naik turun tangga 10 rit di gedung yang punya 9 lantai dengan membawa beban seberat 25-30 kg dengan waktu hanya 60 menit.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
6 Tips Hindari Bahaya Petir Saat Mendaki Gunung

Sedangkan untuk latihan mental, dua srikandi ini juga melakukan latihan beban di Gunung Ciremai dan Burangrang dengan membawa beban 25 kg. Perjalanan mereka itupun ditarget hanya 11 jam hingga puncak Ciremai.

Well, jika B’timers yang bercita-cita menaklukkan seven summit cobalah untuk melakukan latihan fisik dan mental ala dua pendaki wanita asal Indonesia tersebut. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE