Snorkeling Aman, Hindari 5 Jenis Biota Laut Ini | Breaktime
Snorkeling Aman, Hindari 5 Jenis Biota Laut Ini
20.05.2016

B'timers penggemar wisata laut tentu sudah tak asing dengan aktivitas snorkeling. Dengan peralatan sederhana -mask, snorkel, dan fin- B'timers bisa menikmati keindahan bawah laut di perairan dangkal.

Meski risiko dan biaya snorkeling lebih rendah dibandingkan diving, namun tetap aktivitas ini tetap berisiko. Salah satunya adalah sejumlah hewan dan biota laut lainnya yang berbahaya ketika disentuh, baik sengaja atau tidak.

Berikut sejumlah hewan dan biota laut yang harus dihindari saat B'timers melakukan aktivitas snorkeling.

Snorkeling Aman, Hindari 5 Jenis Biota Laut Ini | Breaktime
Meskipun tampak aman, harus tetap waspada serangan bulu babi saat snorkeling

1. Bulu Babi

Bulu babi atau landak laut merupakan hewan laut yang berbentuk bulat dengan tubuh dipenuhi duri sepanjang 1 sampai 3 sentimeter. Duri-duri ini cukup tajam dan pada beberapa jenis tertentu hewan ini memiliki duri mencapai 30 cm. Duri bulu babi mengakibatkan luka bila terkena kulit manusia. Pada kasus tertentu bisa menimbulkan bengkak dan infeksi.

2. Ubur-ubur

Hewan ini memiliki bentuk tubuh payung berumbai dan bisa menyebabkan gatal pada kulit apabila tersentuh. Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa, sengatan tentakelnya bisa menyebabkan kematian. Namun ada beberapa jenis ubur-ubur yang tidak menyengat, seperti yang hidup di Kakaban, kawasan Kepulauan Derawan.

Snorkeling Aman, Hindari 5 Jenis Biota Laut Ini | Breaktime
Penampakan ikan Pari di antara ikan-ikan kecil saat snorkeling di Flores

3. Ikan Pari

Ikan pari identik dengan stinger atau alat penyengat sebagai pertahanan diri. Panjang stinger bisa mencapai 35 sentimeter dan memiliki dua kelenjar racun. Ikan pari tidak bersifat menyerang manusia, namun tetap berbahaya apabila mereka merasa terusik. Terkena sengatan stinger bisa menyebabkan nyeri, bengkak, kram otot karena racun, hingga infeksi.

4. Bulu Seribu

Biota laut ini disebut sebagai crown of thorns seastar dan merupakan salah satu bintang laut terbesar di dunia. Sesuai dengan namanya, bintang laut ini memiliki banyak duri beracun di sekujur permukaan tubuhnya. Duri-durinya yang mengandung saponin, jenis glikosida yang dapat menyebabkan iritasi pada kelenjar lendir dan menghancurkan butir darah.

5. Ular laut

Ular laut atau Hydrophidae merupakan jenis dari ular berbisa Elapidae yang semuanya hidup di dalam laut. Bisa ular laut memiliki kekuatan 60 kali bisa ular kobra. Racun ular laut sangat kuat sehingga pada beberapa kasus penyelam yang tergigit bisa mengalami kegagalan fungsi jantung sebelum mencapai permukaan. (ZA)

Share This Article