Siasati Budget Wisata Kuliner demi Liburan Irit | Breaktime
Siasati Budget Wisata Kuliner demi Liburan Irit
23.10.2017

Anggaran liburan seringkali membengkak karena hal-hal sepele. Seringkali, pengeluaran tak terduga selama di destinasi wisata disebabkan oleh lapar mata belaka. Mulai dari belanja oleh-oleh yang di luar kontrol hingga wisata kuliner, B’timers membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi agar tak membelanjakan holiday budget Anda terlalu banyak. Menariknya, hal sederhana seperti makan sehari-hari selama di tempat wisata bisa jadi membikin kantong Anda jebol dan menyesali dompet yang menipis begitu kembali ke kota asal kelak.

Makan memang merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Namun B’timers menyadari bahwa perkembangan konsep tempat makan saat ini tak hanya menyajikan hidangan yang sekedar mengisi perut tapi juga bercitarasa tinggi, memanjakan lidah, hingga dilengkapi berbagai pelayanan mewah. Kembali pada standar B’timers sendiri, tak ada salahnya sesekali memanjakan diri dengan menikmati fine dining bersama orang terkasih saat sedang berlibur, terutama di tempat-tempat yang menjual suasana mewah nan romantis dalam paket liburan yang ditawarkan. Mulai dari Paris di Prancis, Bali di Indonesia, hingga Santorini di Yunani, berbagai tempat wisata selalu menawarkan resto mewah sebagai fasilitas yang memanjakan wisatawan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cermat Memesan Liburan via Tiket Pesawat Terbaik

Makan di resto mewah memang merupakan salah satu cara menyenagngkan untuk memanjakan diri sendiri. Liburan menjadi saat yang tepat untuk bersantai dan menikmati layanan dari pramusaji selagi menyantap seddapnya sajian lokal. Tentu saja, B’timers tak boleh lupa bahwa resto mewah merupakan bagian dari kegiatan bisnis sehingga prinsip utamanya ialah mengeruk keuntungan sebanyak mungkin dari para pengunjung. Mendapatkan laba kemudian tak sekedar dilakukan berbagai resto ternama dengan menyajikan hidangan berkualitas dan pelayanan prima, namun juga dari beberapa trik rahasia yang membuat Anda secara tak sengaja mengeluarkan biaya yang tak perlu.

Siasati Budget Wisata Kuliner demi Liburan Irit | Breaktime
Siapa sih yang tak ingin menyantap hidangan lezat dengan pelayanan kelas atas?

Mulai dari resto cepat saji hingga fine dining, penulisan menu yang menggunakan bahasa berlebihan dan kosakata berbunga-bunga serta kelewat deskriptif selalu berhasil menampilkan gambaran makanan fancy nan tasty. Sebut saja penggunaan kata-kata seperti hand-selected, golden brown, triple-blasted, handcrafted, slow-cooked, selalu berhasil membuat Anda tertarik untuk memesan bukan? Sama halnya dengan rumah makan di dalam negeri, orisinalitas setiap menu akan terdongkrak habis ketika penulisan namanya menggunakan bahasa Inggris. Pola tersebut tentu dimanfaatkan oleh restoran untuk memoles nama menu yang ditawarkan sekreatif mungkin. Artinya, Anda bisa terhindar dari jebakan tersebut dengan melihat review dari resto ternama yang banyak tersedia online. Jangan sampai penulisan nama menu menyamarkan kualitas sejati dari suatu menu yang sebenarnya biasa saja.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Tenang Traveling Dengan Anak Penderita Autis

Sudah jadi rahasia umum bahwa sajian berbahan hewani pasti jauh lebih mahal daripada sajian nabati. Namun tahukah Anda bahwa berbagai jenis daging memiliki kelasnya masing-masing? segala jenis unggas terkenal memiliki harga yang paling terjangkau, disusul dengan babi, sapi, kemudian kambing dan domba yang didapuk sebagai daging berkualitas nomor wahid dan harga termahal. Hidangan ayam, bebek, hingga babi memang memiliki kualitas standar, namun demikian juga dengan harganya yang ramah kantong. Tak hanya itu, daging hewan yang cukup langka karena tidak dibudidayakan secara luas seperti bison dan rusa juga bisa dibanderol dengan harga selangit. Menu berbahan daging kelinci yang terkesan biasa juga bisa dipatok cukup mahal apabila tidak dibudidayakan secara khusus di destinasi wisata Anda.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Indahnya Langit Chiang Mai Saat Festival Lampion

Uniknya, menu makan siang di restoran high-end selalu ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah daripada menu makan malam. Dari sebuah menu yang sama, harga yang tertera pada buku menu dan bill Anda nantinya bisa jadi jauh berbeda. Sudah jadi kebijakan umum di setiap restoran untuk menawarkan menu ekonomis di siang hari lalu melipatgandakan harganya di malam hari. Sama halnya dengan resto yang secara khusus menawarkan berbagai variasi dari satu hidangan atau bahan pangan tertentu pasti mematok harga lebih mahal daripada resto yang menawarkan beragam jenis menu berbeda. Demikian juga dengan menu yang menyisipkan embel-embel “spesial” jelas sekali perlu B’timers hindari apabila Anda tidak ingin pulang dengan perut kenyang namun hati dongkol.

Semoga Anda kini isa lebih menghemat anggaran liburan dengan menyiasati acara makan-makan di resto mewah di destinasi wisata ya, B’timers! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE