Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang
12.10.2016

Osaka merupakan kota ketiga sekaligus terakhir yang saya kunjungi selama backpacking trip di Jepang bulan September lalu. Kenapa saya pilih Osaka sebagai kota terakhir? Alasannya simple, karena di Osaka terdapat Kansai International Airport yang melayani penerbangan maskapai low cost.

Untuk menuju Osaka, saya menggunakan transportasi kereta cepat Shinkansen dari Kyoto yang ditempuh hanya 15 menit. Untuk naik Shinkansen dari Kyoto menuju Osaka, B'timers bisa beli tiketnya on the spot di Kyoto Station. Harga tiket per orangnya 1480 Yen atau sekitar RP 190 ribu.

Begitu tiba di Osaka Station, saya langsung menuju ticket counter untuk membeli tiket terusan Osaka Subway. Kenapa subway? Karena hampir sama dengan Tokyo dan Kyoto, kota ini juga memiliki sistem subway yang bisa membawa B'timers ke berbagai destinasi wisata di Osaka.

Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Dengan kereta cepat Shinkanshen, perjalanan Kyoto ke Haneda Cuma ditempuh 15 menit

Sebagai wisatawan ala backpacker, kamu bisa membeli tiket 24 jam Osaka Subway seharga 500 Yen atau sekitar RP 65 ribu yang bisa digunakan di semua jalur subway selama satu hari. Jauh lebih hemat apabila kamu naik bis, taksi, atau jalur kereta non subway.

Osaka memang tidak seramai Tokyo atau seklasik Kyoto, namun kota ini tetap nyaman dan enak buat disinggahi karena suasana kota yang bersih, tertib, serta biaya hidup yang kurang lebih sama seperti di Kyoto.

Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Osaka Castle, destinasi utama wisatawan yang berkunjung ke Osaka

Destinasi di Osaka

B'timers hanya punya waktu efektif satu hari penuh di Osaka? Jangan khawatir, banyak tempat yang masih bisa disinggahi di Osaka. B'timers bisa mengunjungi Osaka Castle di pagi hari, kemudian menuju Universal Studio Osaka atau Osaka Tower pada siang sampai sore hari, kemudian malamnya menuju Dotonbori.

Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Kawasan Dotonburi sangat ramai dikunjungi wisatawan, baik siang maupun malam

Akomodasi

Seperti halnya Kyoto, biaya akomodasi di Osaka relatif lebih murah daripada Tokyo. Sejumlah penginapan hostel a la backpacker bisa dengan mudah didapatkan di sekitar stasiun-stasiun subway seperti Khaosan World Namba, Hostel Mitsuwaya Osaka, Drop Inn Osaka, dan Backpackers Hotel Toyo Osaka. Lakukan booking online terlebih dahulu di situs-situs seperti Agoda dan Hostelword untuk mempermudah akomodasi selama di Osaka.

Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Deretan stand kuliner street food yang mudah kita temukan di Osaka

Kuliner

Sebagai kota dengan wilayah terluas di Jepang, kuliner di Osaka termasuk paling lengkap dengan berbagai varian yang berbeda. Sejumlah kuliner khas Jepang yang bisa kamu coba di Osaka antara lain Takoyaki, Okonomiyaki, Negiyaki, Taiko-Manju, Kitsune Udon, Kushikatsu, Yakiniku, Horumon, dan Doteyaki.

Osaka, Kota Transit Backpacker Liburan di Jepang | Breaktime
Bandara Kansai di Osaka, sangat nyaman untuk transit atau menunggu penerbangan

Bandara

Selain Tokyo, Osaka bisa menjadi pilihan "pintu gerbang" B'timers untuk masuk dan keluar Jepang karena kota ini punya bandara internasional Kansai. Bandara di tepi laut ini berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Osaka dan terhubung dengan kereta cepat dari Osaka Station. Selain maskapai full service, bandara Kansai juga melayani penerbangan maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier. (za)

Share This Article