No English? 5 Cara Komunikasi dengan Warga Lokal | Breaktime
No English? Ini 5 Cara Komunikasi dengan Warga Lokal
15.04.2016

Solo traveling ke negara baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya merupakan hal yang menyenangkan dan menantang. Di sini B'timers akan mengenal tempat baru, orang-orang baru, budaya baru, kuliner baru, dan tentu saja bahasa baru.

Di Asia Tenggara, umumnya kita bisa menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi di negara yang tidak menggunakan bahasa Melayu, seperti Thailand, Myanmar, atau Kamboja. Bahasa Inggris masih menjadi jembatan antar bangsa sebagai bahasa internasional.

Namun tak jarang kita bertemu dengan warga lokal yang tidak bisa berbahasa Inggris. Bahkan, mereka juga tidak terbiasa menggunakan huruf latin seperti yang kita gunakan setiap hari. Berikut beberapa tips untuk mengatasi kendala bahasa saat traveling ke luar negeri.

Bawa Catatan Kecil

Biasakan untuk membawa buku catatan kecil dan alat tulis dalam tas atau saku ke mana pun kita pergi. Setiap saat perlu menanyakan sesuatu, seperti alamat atau jalan, kita bisa membuat denah dan mencatat beberapa tulisan penting.

No English? 5 Cara Komunikasi dengan Warga Lokal | Breaktime
Ibu-ibu penjaja kue tradisional ala Myanmar di kawasan Khyaiktyo

Tulis Dalam Huruf Lokal

Seperti dijelaskan di atas, tidak semua penduduk lokal terbiasa membaca tulisan latin. Dalam menghadapi situasi ini, mintalah bantuan pada resepsionis hotel, teman di hostel, atau siapa saja yang kita temui untuk menuliskan nama atau alamat yang kita tuju dalam huruf lokal.

Belajar Kata Sapaan

Cobalah untuk menghafal beberapa kata sapaan dalam bahasa lokal seperti "terima kasih", "selamat pagi", atau "selamat malam". Kata-kata tersebut bisa digunakan untuk menyapa seseorang atau memulai pembicaraan. Penduduk lokal akan mengapresiasi orang asing yang mempelajari bahasa mereka.

No English? 5 Cara Komunikasi dengan Warga Lokal | Breaktime
Pedagang Banh Xeo, kue tradisional khas Vietnam di kota kecil Hai Duong

Google Translate

Cara ini bisa kita gunakan saat berada di daerah perkotaan atau lokasi yang bisa dijangkau oleh sinyal internet. Cara ini cukup membantu, tapi tidak bisa selalu kita andalkan mengingat keterbatasan sinyal, gadget, atau baterai.

Bahasa Isyarat

Cara terakhir ini terbukti ampuh saat gagal berkomunikasi dengan warga lokal karena kendala bahasa. Misalnya saat memilih menu makanan, menawar harga barang di pasar tradisional, dan lainnya. Tetaplah tersenyum, ramah, dan tunjukkan respek pada warga lokal, niscaya dengan senang hati mereka akan membantu kita. (ZA)

Share This Article