Lima Hal Penting Dalam Situasi Emergency Landing | Breaktime
Lima Hal Penting Dalam Situasi “Emergency Landing”
09.07.2016

Memasuki musim libur Lebaran yang dibarengi dengan budaya mudik atau pulang kampung, lalu lintas transportasi cenderung meningkat, tak terkecuali transportasi udara.
Kurang lebih satu pekan sebelum puncak arus mudik Lebaran, dunia penerbangan sempat dikejutkan dengan peristiwa pendaratan darurat maskapai Singapore Airlines dengan kondisi sayap terbakar di Bandara Changi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meskipun pesawat udara masih menjadi moda transportasi paling aman, namun setiap traveler yang bepergian dengan pesawat terbang harus siap menghadapi segala kemungkinan terburuk pada penerbangan, termasuk emergency landing alias pendaratan darurat.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap penumpang saat berada dalam situasi emergency landing.

Tetap Duduk

Hal pertama yang dilakukan pramugari atau pramugara adalah memastikan semua penumpang tetap duduk di kursi mereka. Hal ini akan memudahkan dan mempercepat proses evakuasi. Pastikan tas atau barang lainnya di kabin tidak menghalangi jalur evakuasi.

Tinggalkan Tas dan Barang Kabin Lainnya

Wajar bila setiap penumpang ingin mengamankan barang-barang bawaan yang disimpan di bagasi atas kabin. Namun mengambil barang di kabin akan memperlambat proses evakuasi dan tentunya nyawa seseorang lebih berharga daripada laptop atau benda-benda lainnya.

Lima Hal Penting Dalam Situasi Emergency Landing | Breaktime
Pesawat saat melakukan pendaratan darurat

Lepaskan High Heels

Khusus bagi penumpang perempuan yang mengenakan high heels agar tidak terjatuh atau tersandung saat proses evakuasi. Penumpang juga dilarang mengambil pelampung milik penumpang lainnya pada saat pendaratan darurat di air. Pelampung sudah disediakan di masing-masing bawah tempat duduk.

Masker Oksigen dan Pintu Darurat

Masker oksigen akan otomatis jatuh dan bisa dipakai pada ketinggian di atas 10 ribu kaki. Namun awak kabin bisa membuka masker oksigen secara manual bila diperlukan. Hal yang sama juga berlaku untuk pintu darurat, dimana hanya boleh dibuka setelah ada instruksi.

Tetap Tenang dan Tidak Panik

Hal ini mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan, terutama pada situasi darurat. Namun dengan sikap tetap tenang, mengikuti instruksi awak kabin, dan turut menenangkan penumpang lainnya akan memperlancar proses evakuasi. (za)

Share This Article