Liburan di Jepang? Jangan Bunyikan Klakson! | Breaktime
Liburan di Jepang? Jangan Bunyikan Klakson!
16.06.2015

Jepang merupakan salah satu destinasi wisata yang favorit bagi para pelancong. Ya, kentalnya adat istiadat di Negeri Matahari Terbit yang berpadu dengan kecanggihan teknologi dan modernitas luar biasa, menarik antusiasme para pecinta traveling.

Selain teknologi modern, Jepang juga terkenal dengan industri otomotif yang maju. Ada begitu banyak merek kendaraan bermotor asli Jepang yang sukses merambah pasaran dunia, termasuk juga Indonesia.

Walaupun banyak kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan setiap distrik serta perfektur di Jepang, tapi di negara ini B’timers akan jarang mendengar bunyi klakson. Mengapa demikian?

Ternyata, hal ini berkaitan erat dengan ajaran yang ditanamkan pada masyarakat Jepang sejak usia dini. Orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak saling mengganggu atau mencampuri urusan orang lain, apalagi sampai harus membuat seseorang merasa risih, jengkel, atau marah.

Dengan membunyikan klakson, maka menurut orang Jepang adalah suatu hal yang dapat membuat orang lain stres dan terganggu. Oleh karenanya, apabila tidak ada hal yang amat sangat penting, seperti polisi sedang dalam kondisi darurat atau juga mobil ambulans yang sedang membawa pasien kritis, rasanya mereka ‘pantang’ untuk membunyikan klakson. Bahkan, hal ini juga berlaku untuk pengendara sepeda. Di Jepang, jarang sekali para pesepeda membunyikan belnya jika tidak ada kondisi yang ‘memaksa’.

Jepang, salah satu negara yang sangat memperhatikan etika berkendara
Jepang, salah satu negara yang sangat memperhatikan etika berkendara

Kebanyakan orang Jepang menganggap bahwa membunyikan klakson atau bel saat tak ada kondisi darurat, merupakan tindakan yang bodoh dan tak tahu adat. Meski demikian, penduduk Jepang asli akan memaklumi hal ini apabila yang melakukannya adalah seorang gaijin atau orang asing.

Selain pantang membunyikan klakson, orang Jepang juga jarang menyalip kendaraan yang ada di depannya. Rata-rata, mereka akan menunggu kendaraan di depannya dengan tenang walaupun mereka dalam keadaan terburu-buru. Salip menyalip kendaraan baru dilakukan saat berada di jalan bebas hambatan, atau ketika kendaraan yang berhenti di depan memberikan tanda agar kendaraan di belakangnya dapat mendahului.

Nah, kalau sudah tahu kebiasaan yang dilakukan di Jepang, jangan mudah membunyikan klakson saat tengah berkendara di negara ini ya, B’timers!

Share This Article