Kenapa Ya, Jendela Pesawat Berbentuk Melingkar? | Breaktime
Kenapa Ya, Jendela Pesawat Berbentuk Melingkar?
17.02.2016

B'timers yang sering traveling dengan pesawat terbang tentu tak asing lagi dengan bentuk jendela pesawat yang melingkar. Pernahkah terlintas pertanyaan, kenapa jendela pesawat berbentuk melingkar?

Desain awal berbentuk persegi empat sudut

Pada awal perkembangannya, jendela pesawat tidak berbentuk melingkar seperti yang kita umum digunakan pada pesawat-pesawat masa kini. Dulunya, pesawat masih menggunakan jendela berbentuk persegi atau memiliki sudut yang siku seperti halnya jendela rumah.

Dilansir dari Travel and Leisure, jendela pesawat dengan sudut siku ini dulunya dipasangkan pada pesawat untuk penerbangan pesawat kargo dan komersial hingga tahun 1950an. Namun kemudian, terjadi insiden meledaknya sebuah pesawat penumpang di udara.

Kenapa Ya, Jendela Pesawat Berbentuk Melingkar? | Breaktime
Tekanan berlebih dapat berakibat fatal pada pesawat

Setelah diteliti dan ditelusuri, salah satu penyebab dari insiden naas tersebut adalah jendela pesawat yang berbentuk siku. Saat berada di ketinggian dan tekanan udara berkurang, jendela berbentuk persegi, akan lebih mudah mengalami tekanan yang kuat.

Tekanan terus menerus pada keempat sudut siku di jendela pesawat ini, pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keretakan, bahkan pecah, dan berakibat fatal saat pesawat berada di ketinggian.

Bentuk melingkar dianggap lebih aman

Setelah insiden tersebut, bentuk melingkar yang saat ini banyak digunakan pada semua jendela pesawat komersial dianggap lebih kuat saat berada di ketinggian dan mampu bertahan ketika perbedaan tekanan di dalam dan luar pesawat berada dalam kondisi ekstrim.

Kenapa Ya, Jendela Pesawat Berbentuk Melingkar? | Breaktime
Tak hanya untuk keamanan, jendela pesawat juga memberikan kenyamanan bagi penumpang

Dilengkapi lubang kecil

B’timers mungkin tidak memperhatikannya. Namun, kaca pesawat umumnya dilengkapi dengan lubang kecil yang terletak dibagian bawah jendela. Lubang kecil yang juga disebut sebagai ‘lubang napas’ ini memiliki fungsi keamanan yang sangat penting.

Masih mengenai tekanan saat pesawat berada di ketinggian, lubang kecil pada jendela pesawat sebenarnya berfungsi untuk mengatur jumlah tekanan yang lewat diantara panel luar dan dalam jendela tersebut.

Dengan adanya ‘lubang napas’, ketika terjadi tekanan kuat dari luar pedawat, panel luarlah yang akan menanggung tekanan tersebut. Sehingga penumpang dapat bernapas dengan baik karena tekanan dalam pesawat terjaga.

Beruntunglah inovasi tersebut telah ditemukan sejak lama, sehingga B’timers yang kerap menumpangi pesawat kini bisa menikmati pemandangan dunia luar dari dalam kabin pesawat di ketinggian 35 ribu kaki dengan aman dan nyaman. (ZA)

Share This Article