Eksotisme Budaya Jawa dalam Wisata Pekalongan | Breaktime
Eksotisme Budaya Jawa dalam Wisata Pekalongan
05.10.2017

Terletak di pesisir pantai utara pulau Jawa, tepatnya di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya, Pekalongan menyimpan aneka destinasi wisata tradisional dan modern yang memiliki daya tarik pariwisata di bagian tengah Pulau Jawa. Lokasinya cukup strategis untuk diakses dari seluruh wilayah Pulau Jawa. Berada sekitar 101 km dari sebelah barat kota Semarang dan 384 km di sebelah timur Jakarta, kota wisata Pekalongan telah tersohor dengan gelar World’s City Batik, bahkan industri kreatifnya telah tercatat oleh UNESCO dalam kategori craft & folk art.

Namanya berasal dari ritual bertapa terbalik seperti kelelawar atau kalong dalam bahasa Jawa yang dulu dilakukan oleh Bupati Kendal sebelum pertama kali mendirikan wilayah Pekalongan. Selain dari batik Pekalongan yang melegenda, kota ini memiliki berbagai wisata yang sayang dilewatkan dalam agenda liburan Anda selanjutnya. Tak hanya batiknya saja yang terkenal, letak strategis Pekalongan juga menjadikan kota ini memiliki corak perekonomian yang cukup maju. Sebut saja pelabuhan di Pekalongan yang menjadi sentra bisnis perikanan terbesar di Pulau Jawa serta sering menjadi tempat transit dan pelelangan hasil tangkapan laut para nelayan di kawasan Pulau Jawa.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Liburan ke Tempat Wisata Terbaik di Dunia

Dengan pelabuhan terbesarnya tersebut, Pekalongan tak ayal menjadi pusat pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan. Para wisatawan yang melakukan perjalanan wisata Pekalongan tentu tak boleh lupa membeli aneka produk hasil laut Pekalongan sebagai oleh-oleh, selain juga durian Pekalongan. Salah satu kawasan di Pekalongan yang menjadi pusat budidaya durian ialah Desa Lolong.

Terletak 9 kilometer di sebelah tenggara Kecamatan Kajen, ibu kota Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah atau sekitar 34 kilometer dari jalur pantura Kota Pekalongan, Desa Lolong menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan selama di Pekalongan. Keindahan alam Sungai Sengkarang yang mengalir di Desa Lolong juga memiliki daya tarik wisata tersendiri, selain dari riuhnya musim panen durian sekitar Desember hingga Maret di sepanjang jalan menuju Desa Lolong yang diwarnai dengan pedagang durian.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Menikmati Liburan di Jepang di Musim Dingin

Di samping kekayaan alamnya, Pekalongan juga terkenal sebagai bagian dari kawasan budaya yang meliputi Kota Lama di Semarang dan daerah lainnya seperti Tegal, Jepara, dan Rembang. Badan pengembangan pariwisata Kota Lama baru-baru ini mengusulkan bahwa Pekalongan beserta daerah-daerah tersebut menjadi destinasi wisata world heritage berupa wisata jalur rempah yang meliputi kota pelabuhan. Tentu saja membicarakan corak budaya Pekalongan tak bisa lepas dari sebutan Kota Batik yang melekat. Untuk semakin memperdalam pemahaman Anda mengenai peran batik dalam perkembangan Pekalongan, B’timers sebaiknya tak ketinggalan mengunjungi Museum Batik Pekalongan.

Eksotisme Budaya Jawa dalam Wisata Pekalongan | Breaktime
Tampak depan Museum Batik yang jadi salah satu ikon pariwisata Pekalongan

Terletak di Jalan Jetayu Nomor 1 Pekalongan, Museum Batik memiliki koleksi batik sejak dari jaman penjajahan Belanda dan Jepang hingga batik dari zaman modern dan berbagai daerah di Nusantara yang terbilang cukup lengkap. Museum yang didirikan pada 23 Mei 2006 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut merupakan bekas Balai Kota pada masa Penjajahan Belanda yang memiliki gaya arsitektur bangunan art deco. Tempat wisata Pekalongan ini bisa menjadi media pengajaran bagi anak-anak dalam mengenal kebudayaan bangsa Indonesiasekaligus menyaksikan 1149 jenis batik koleksi museum. Belum lagi koleksi kuno wayang beber dari kain batik yang berusia ratusan tahun hingga alat tenun tradisional atau yang dikenal juga sebagai alat tenun bukan mesin (ATBM).

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ingin Tahu Tips Hemat Liburan ke Luar Negeri?

Berlibur ke Pekalongan tentunya tak bisa melupakan fakta tingginya curah hujan di kawasan ini, sehingga B’timers disarankan untuk membawa baju tebal dan jaket untuk melindungi diri Anda dari udara dingin saat hujan di Pekalongan. Kentalnya unsur budaya Islam di Pekalongan juga sebaiknya diperhatikan dalam memilih waktu berkunjung ke Pekalongan, yakni sekitar pelaksanaan ritual agama Islam seperti syawalan dan sedekah bumi. Untuk mencapai Pekalongan, Anda bisa memilih alternatif transportasi darat seperti bus, kereta api, taksi, hingga travel.

Sudah tak sabar menyaksikan eksotisme budaya Jawa sebagai ciri khas pariwisata Pekalongan? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE