Berapa Lama Transit untuk Connecting Flight? | Breaktime
Berapa Jam Sebaiknya Transit untuk Connecting Flight?
15.06.2016

B'timers yang sering melakukan perjalanan dengan transportasi udara ke kota atau destinasi tertentu yang memerlukan transit, tentu tak asing lagi dengan istilah connecting flight.

Connecting flight diperlukan saat B'timers harus melakukan penerbangan lanjutan -dengan maskapai yang sama atau berbeda- untuk menuju kota atau destinasi tertentu.

Misalnya B'timers ingin terbang ke Bali dari Banda Aceh, karena mungkin tidak ada penerbangan langsung (direct flight), maka B'timers harus terbang Banda Aceh - Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan Jakarta - Denpasar.

Pada saat transit di Jakarta, B'timers punya dua pilihan, yaitu memilih connecting flight atau non-connecting flight. Pada connecting flight, B'timers tak perlu mengambil bagasi dan memiliki kode booking yang sama, sementara hal sebaliknya pada non-connecting flight.

Untuk penerbangan internasional, saat memilih connecting flight, maka B'timers tak perlu keluar imigrasi dan hanya perlu menunggu penerbangan berikutnya di transit area. Namun apabila jeda transit lebih dari 6 jam, pada negara tertentu B'timers dibolehkan keluar imigrasi, misalnya di Singapura.

Berapa Lama Transit untuk Connecting Flight? | Breaktime
Penumpang menunggu di ruang transit bandara Changi Singapura

Yang jadi pertanyaan adalah, berapa durasi waktu paling aman untuk transit connecting flight? Bisa tiga jam, empat jam, atau bahkan lebih. Tidak ada jawaban pasti karena waktu transit sangat bergantung pada banyak hal, seperti cuaca, kondisi bandara, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa faktor yang membuat B'timers harus mempertimbangkan lama jeda waktu transit antara penerbangan satu dengan berikutnya pada connecting flight.

Beda Maskapai

Bila menggunakan maskapai berbeda, maka B'timers harus menentukan sendiri jeda waktu untuk transit. Maskapai tidak akan membantu apabila terjadi delay, perubahan jadwal, masalah bagasi, atau hal lainnya pada penerbangan sebelumnya.

Berapa Lama Transit untuk Connecting Flight? | Breaktime
Suasana ruang tunggu yang nyaman membuat penumpang betah meskipun lama transit

Imigrasi

Waktu yang diperlukan untuk proses imigrasi berbeda-beda antara satu bandara atau negara dengan yang lainnya. Bisa lima menit, dua puluh menit, atau bahkan satu jam. Setelah proses di imigrasi selesai, B'timers juga bisa menghadapi masalah kliring bea cukai apabila membawa barang-barang yang dilarang dalam bagasi. Satu jam adalah waktu minimal pada situasi normal yang disarankan untuk proses imigrasi dan kliring bagasi.

Kondisi Bandara

Besar kecilnya sebuah bandara juga berpengaruh terhadap waktu transit yang harus diambil. Apabila transit di bandara-bandara besar seperti Changi atau KLIA2, usahakan untuk mengambil jeda minimal tiga jam untuk transit.

Cuaca

Kondisi cuaca yang ekstrem bisa menyebabkan pesawat delay atau penundaan penerbangan. Karena itu tambahkan waktu transit sekitar tiga atau empat jam apabila terbang pada cuaca ekstrem pada musim hujan atau musim dingin.

Fasilitas Tambahan

Beberapa hal lain yang mempengaruhi lama tidaknya waktu transit yang harus diambil adalah fasilitas penerbangan seperti kursi roda atau bahkan membawa hewan peliharaan. Semakin banyak fasilitas tambahan yang ada, maka gunakan masa transit yang lebih lama, antara empat sampai lima jam. (ZA)

Share This Article