Awas Penipu, Ini Tips Naik Tuk-Tuk Di Thailand | Breaktime
Awas Penipu, Ini Tips Naik Tuk-Tuk Di Thailand
25.11.2017

Saat liburan ke Thailand, satu hal yang wajib dicoba adalah Tuk-Tuk. Taksi roda tiga ini begitu populer di kalangan wisata dunia. Terlihat memang sangat menggemaskan dan begitu tradisional. Naik tuk-tuk saat liburan ke Thailand jadi pengalaman yang paling khas bagi para pelancong. Modus transportasi ini menyimpan banyak misteri, mulai dari cara memanggil mereka sampai dengan etika membayarnya. Jadi, sebelum memutuskan untuk naik tuk-tuk, B’timers harus tahu banyak hal tentang tuk-tuk ini.

Di berbagai negara Asia, ada transportasi yang mirip dengan tuk-tuk ini. Hanya saja yang membedakan adalah namanya. Di Indonesia ada becak dan di India dan China ada yang namanya trishaw. Mungkin kalau di Indonesia ini, tuk-tuk lebih mirip dengan bajaj, namun lebih besar. Tuk-tuk bisa menampung penumpang sebanyak 4 orang. Transportasi roda tiga ini menjadi pengganti becak yang masih menggunakan tenaga manusia.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wow! Intip Kemudahan Akses ke Pink Beach Lombok!

Tuk-tuk sendiri digunakan untuk transportasi jarak dekat, karena kecepatan tertingginya hanya 30 mil/jam. Tuk-tuk dijalankan dengan mesin two-stroke bergaya skuter dan memiliki suara puttering. Suara itulah yang juga menjadi asal usul pemberian nama pada transportasi roda tiga ini. Untuk keamanan, transportasi ini terjamin, karena kecepatannya yang relatif rendah serta sangat ramah lingkungan, karena tidak terlalu membuat polusi yang berarti.

Meski berasal dari Thailand, rupanya tuk-tuk punya perbedaan di negaranya sendiri. Seperti yang ada di sebuah pulau kecil bernama Ko Si Chang. Ada juga tuk-tuk dengan desain dan tenaga yang lebih besar. Tuk-tuk di pulau ini juga dibekali dengan mesin yang kuat, karena memang dipakai untuk menaiki bukit-bukit curam.

Awas Penipu, Ini Tips Naik Tuk-Tuk Di Thailand | Breaktime
Tips naik tuk-tuk yang aman (bangkok.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Musim Panas Akhir Tahun Hanya Di Negara Ini

Di Thailand, tuk-tuk memang jadi kendaraan wisata. Anda akan sangat jarang menemukan penumpang lokal, kecuali memang mereka sedang membawa banyak sekali barang. Sebagai seorang pelancong, Anda tak akan sulit mendapatkan tuk-tuk ini. Para pengemudinya akan penuh semangat mencari para turis sebagai target penumpang mereka. Biasanya para pengemudi akan membunyikan klakson mereka atau meneriakkan ‘halo’ untuk mendapat perhatian dari para pejalan kaki. Mereka juga biasanya berkumpul di luar sebuah destinasi wisata populer.

Namun di sini Anda harus waspada dengan ongkos yang ditarik oleh mereka. Jauh atau dekat, sebelum naik Anda harus bertanya berapa harganya. Nah, setelah tahu Anda bisa menawarnya dengan harga yang lebih wajar. Hal ini mungkin akan sedikit sulit, tetapi berusahalah. Saat mereka menawarkan harga yang terlalu rendah, Anda harus berhati-hati dengan penipuan. Karena mereka akan membawa Anda ke toko-toko permata, dimana Anda akan mendapatkan tekanan berat dari penjual untuk membeli sesuatu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Sebelum Menjelajahi Candi Majapahit

Jadi, tawar saja dengan harga yang normal. Anda juga bisa melakukan riset sebelumnya di internet atau bertanya pada teman yang sudah pernah naik tuk-tuk. Perlu melakukan riset mendalam untuk Anda yang akan liburan ke luar negeri, khususnya yang baru pertama kali.

Untuk B’timers yang mau travelling jangan lupa juga asuransinya untuk menghindari dari resiko yang tidak diinginkan. Nikmati promo spesial dari AXA Travel Insurance, dapatkan diskon sebesar 60%+voucher Rp 100,000 dari Klook untuk booking destinasi wisata di seluruh dunia dan bonus Personal Accident sebesarRp 25 uta selama 3 bulan. Promo ini terbatas lho buruan klik di sini.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE