Kota di Italia ini Dijual, lho! Anda Berminat? | Breaktime
Wow, Kota di Italia ini Dijual, lho! Anda Berminat?
28.05.2016

Wow, benarkah ada kota yang dijual, B’timers? Mungkin seperti pulau di negara tropis yang menjadi rebutan banyak orang untuk memilikinya. Tapi ada apa dengan sebuah kota hingga harus dijual, apakah pemandangannya begitu indah, atau karena kota tersebut miskin, jadi harus dijual untuk menutupi hutangnya. Hmm, simak cerita berikut saja, daripada Anda penasaran, yuk, B’timers!

Kota di Italia ini Dijual, lho! Anda Berminat? | Breaktime
Kota yang damai dengan gaya klasik

Kota di lembah berhutan dijual

Gangi, kota di Italia, yang dibangun di atas sebuah bukit di sekitar lembah berhutan ini tampak seperti benjolan kecil jika dilihan dari jauh. Terletak sekitar 80 kilometer di sisi tenggara Palermo, banyak yang mengatakan kota tersebut adalah tempurung kora-kora raksasa.

Dianggap sebagai salah satu tempat yang paling indah di Italia, kota dari abad ke-12 ini memiliki populasi sekitar 16.000-an di tahun 1950. Namun kini hanya tersisa 7.000 orang di Gangi, B’timers. Banyak yang tergoda dengan kehidupan kota di Amerika sehingga mereka pindah.

Lama menjadi kota yang terlantar

Setelah ditinggalkan warganya, kota tersebut menjadi semakin terlantar dan tak terurus. Rumah-rumah dihuni kededai bersama tumpukan jerami di lantai dasar, ayam dan kambing di lantai tengah dan keluarga petani menempati lantai atas, B’timers. Itu terjadi selama beberapa decade, lho.

Nah, dalam upaya untuk merevitalisasi kota, tanpa mengeluarkan biaya, di tahun 2014, walikota setempat memutuskan untuk menjual rumah-rumah tersebut hanya dengan harga 1 Euro, atau sekitar 15 ribuan saja. Bahkan ada yang diberikan secara gratis dan cuma-cuma. Wow!

Kota di Italia ini Dijual, lho! Anda Berminat? | Breaktime
Parade atau festifal yang diadakan rutin di Gangi

Diminta memberikan rencana renovasi

Meskipun demikian tidak semudah itu untuk mendapatkannya, B’timers. Pembeli diminta untuk memberikan susunan rencana untuk renovasi rumah dalam setahun dan mewujudkannya dalam waktu tiga tahun. Selain itu, pembeli juga harus menanggung biaya transfer kepemilikan dan izin.

Hmm, memang tidak ada yang gratis di dunia ini, ya, B’timers. Tapi setidaknya niat walikota tersebut mulia, karena tidak hanya memikirkan uang saja, melainkan memikirkan apa yang akan dilakukan pemilik baru terhadap rumah di Gangi nantinya. Nah, apakah Anda berminat untuk membeli satu rumah di Gangi untuk tempat berlibur bersama keluarga, B’timers? (NO)

Share This Article