Uniknya Upacara Suci Sipaha Lima Suku Batak | Breaktime
Uniknya Upacara Suci Sipaha Lima Suku Batak
05.10.2016

Desa Hutatinggi Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara memiliki tradisi dan ritual unik yang diselenggarakan setiap tahun. Namanya ritual Sipaha Lima yang digelar setiap bulan kelima kalender Batak atau bulan Juli pada kalender Masehi. Sipaha Lima adalah upacara suci dalam tradisi suku Batak yang menganut kepercayaan Malim (Permalim).

Sejarah

Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan dilakukan oleh para penganut permalim. Ritual Sipaha Lima dikenalkan pertama kali oleh Raja Sisingamangaraja XII yang merupakan salah satu pahlawan dan pemimpin masyarakat Batak.

Raja Sisingamangaraja XII memberikan titah pada Raja Mulia Naipospos untuk melembagakan kepercayaan tersebut agar penganutnya memiliki identitas yang jelas, yaitu dengan melakukan ritual Sipaha Lima ini.

Fungsi dan Makna

Ritual Sipaha Lima ini dilakukan bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang mereka dapatkan. Tradisi ini dilakukan juga untuk menghormati leluhur dan melestarikan adat istiadat yang sudah ada sejak dulu.

Uniknya Upacara Suci Sipaha Lima Suku Batak | Breaktime
Raja Marnangkok Naipospos sedang memimpin upacara Sipaha Lima

Pelaksanaan

Ritual ini dipimpin oleh Raja Marnangkok Naipospos yang menggunakan ikat kepala berwarna hitam dengan rumbai merah di sisi kanan dan kiri. Sepanjang ritual, sang Raja akan memimpin doa dan persembahan kepada Tuhan. Tahukah Anda bahwa Raja Marnangkok Naipospos adalah cucu Raja Mulia Naipospos yang telah meninggal pada 18 Februari 1956.

Ada tiga prosesi yang dilakukan yaitu persahadatan (ikrar dan doa), pameleon (pemberian persembahan), dan panantion (pemberian nasehat-nasehat). Tahapan-tahapan ini biasanya dilakukan lebih dari satu hari.

Itulah sedikit ulasan tentang ritual Sipaha Lima yang merupakan peninggalan Raja Batak jaman dahulu kala. Hingga kini ritual ini masih dilaksanakan oleh seluruh penganut permalim di seluruh nusantara. (vpd)

Share This Article