Uniknya Kisah Sejarah Candi Majapahit | Breaktime
Uniknya Kisah Sejarah Candi Majapahit
08.11.2017

Disebut juga dengan nama Wilwatikta dalam bahasa Sansekerta, Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir di Indonesia, sebelum memasuki era baru kejayaan Islam. Setelah berkuasa sebagai salah satu kerajaan terbesar di Indonesia sejak tahun 1293 hingga 1500 Masehi. Selain memperluas kekuasaan hingga meliputi kawasan Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaka, Kalimantan, Indonesia Timur, bahkan mancanegara seperti Singapura, Filipina, dan Thailand, sejarah agung Majapahit juga meninggalkan sisa kejayaan berupa berbagai bangunan candi.

Dari segi kemegahan arsitektur, para insinyur di era Majapahit terkenal dalam kualitas bangunan candi yang berkualitas. Meski batu bata telah banyak digunakan pada bangunan candi di masa sebelumnya, arsitek Majapahit diakui sebagai orang-orang yang paling ahli dalam penggunaannya. Kisah sejarah candi Majapahit terkenal dengan bangunan candi yang berkualitas baik secara geometris maupun kekuatan bangunan karena memanfaatkan getah tanaman rambat dan gula merah sebagai perekat batu bata.

Berbagai elemen arsitektur yang berasal dari masa Majapahit di antaranya ialah gerbang terbelah alias candi bentar, gapura paduraksa atau kori agung beratap tinggi, hingga pendopo berdasar struktur bata. Aneka gaya bangunan khas Majapahit tersebut hingga kini masih banyak ditemukan dalam arsitektur bangunan di Jawa dan Bali. Selain arsitektur klasik khas sebagian besar bangunan candi peninggalan Kerajaan Majapahit, terdapat juga bangunan candi dengan arsitektur yang terbilang kontroversial. Selain memuat berbagai relief bernuansa seksualitas serta aneka prasasti lingga dan yoni, Candi Sukuh berbentuk tidak lazim karena sekilas menyerupai piramida pemujaan Suku Inca dan Maya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Pesona Tanaman Langka Bunga Bangkai Raksasa

Kisah sejarah candi Majapahit yang satu ini konon dibangun dengan tergesa di akhir masa kejayaan Majapahit, terlihat dari prasasti yang terkesan kurang rapi. Candi Sukuh juga tak terlihat megah seperti candi peninggalan Majapahit yang lainnya karena dibangun di tengah masa krisis politik. Meski terkesan sederhana, bangunan candi Hindu ini telah didaftarkan ke UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1995. Candi yang terletak di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tepatnya di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut ini diduga dibangun oleh tukang pahat kayu dari desa, bukan tukang pahat batu ternama sehingga arsitekturnya terlihat kurang halus.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Vlog Jokowi Buat Mandalika Jadi Magnet Baru Lombok
Uniknya Kisah Sejarah Candi Majapahit | Breaktime
Candi Jabung

Berlokasi di Desa Jabung, Kecamatan Paiton,Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Candi Jabung merupakan candi bercorak Hindu yang memiliki arsitektur serupa dengan Candi Bahal di Sumatera Utara. Candi yang didekasikan sebagai makam Bhre Gundal, seorang kerabat raja ini tergolong unik karena telah dibangun dengan batu bata merah berkualitas tinggi. Batu bata yang diukir sedemikan rupa untuk membentuk relief tersebut juga menyusun bagian batur, kaki, tubuh, dan atap candi. Bagian utama Candi Jabung berdiri di atas bagian kaki yang bertingkat tiga, dengan bagian tubuh candi yang berbentuk silinder persegi 8 dan berhias stupa di bagian atasnya.

Uniknya Kisah Sejarah Candi Majapahit | Breaktime
Candi Bajang Ratu

Selanjutnya terdapat Gapura Bajang Ratu yang terletak di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14 ini diduga merupakan gapura terbesar yang pernah dibangun pada keemasan Kerajaan Majapahit. Candi ini konon berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Sebelum Sang Raja wafat, Gapura Bajang Ratu digunakan sebagai pintu belakang kerajaan yang didukung dengan adanya relief Sri Tanjung yang melambangkan pelepasan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kondisi Keluarga Steve Irwin Setelah 11 Tahun Tiada

Sebagai salah satu pusat administrasi di masa Kerajaan Majapahit, kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur menyimpan berbagai bangunan candi peninggalan kerajaan yang mencapai kejayaan di masa bertahtanya Raja Hayam Wuruk tersebut. Terletak di Kecamatan Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Candi Gapura Wringin Lawang dibangun pada abad ke-14 dibangun dengan batu bata merah dengan ukuran 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter. Kisah sejarah candi Majapahit menuturkan bahwa candi yang dalam bahasa Jawa berarti pintu beringin ini dipercaya sebagai gerbang menuju bangunan-bangunan penting di ibukota Majapahit.

Semoga kisah sejarah di balik candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut mampu menginspirasi B’timers atas kemegahan salah satu nenek moyang bangsa Indonesia tersebut ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE