Tugu Pers Mendur Perannya di Balik Proklamasi RI | Breaktime
Tugu Pers Mendur: Perannya di Balik Proklamasi RI
15.08.2017

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia pada Kamis, 17 Agustus nanti, tak ada salahnya B’timers mengetahui fakta di balik peristiwa sejarah tersebut yang tentunya belum banyak Anda baca di buku pelajaran sekolah. Bicara soal Proklamasi, siapakah yang menurut Anda paling berperan penting dalam peristiwa tersebut? Apakah pahlawan bersenjata? Politisi? Pelajar? Pernahkah Anda terpikir bahwa pers ternyata berperan penting dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

Jangan bayangkan pers seperti yang Anda saksikan sekarang ya, B’timers. Di masa ketika gagasan mengenai Internet bahkan belum terlintas dan komunikasi antar wilayah masih terbatas oleh teknologi seadanya, pers berperan penting dalam menyebarkan informasi, terutama terkait momen direbutnya kemerdekaan Indonesia dari penjajah Jepang saat itu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ke Lombok? Cicipi 5 Kuliner Khas Sasak Ini

Frans Soemarto Mendur, seorang wartawan dari harian Asia Raya, yang mendengar kabar akan dibacakannya naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada detik-detik terakhir. Kabar tersebut didapatkannya pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945 dari rekannya, seorang wartawan Jepang. Meski setengah tak percaya, Frans tetap mendatangi kediaman Soekarno di jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Bangunan yang dikabarkan sebagai lokasi pembacaan Naskah Proklamasi tersebut rupanya telah banyak dikelilingi puluhan pemuda Indonesia. Ada apa gerangan?

Berbekal dengan senjata andalannya sebagai wartawan, sebuah kamera merk Leica, Frans telah meluncur ke kediaman Bung Karno sejak pukul 5 pagi. Selain para pemuda, Frans juga melihat banyak tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dari Jakarta maupun penjuru daerah telah berkumpul di sana. Tak lupa Frans membidik proses diskusi antara Bung Karno, Bung Hatta, serta para tokoh kemerdekaan lainnya di salah satu ruangan. 

Tugu Pers Mendur Perannya di Balik Proklamasi RI | Breaktime
Bagian dalam Museum (news.netmedia.co.id)

Bersama saudara kandungnya, Alex Impurung Mendur, Frans menyaksikan peristiwa bersejarah penuh haru tersebut sambil tak lupa mengabadikan tiap momennya. Potret semangat para hadirin saat meneriakkan pekik “Hidup Indonesia!” dan “Indonesia Merdeka”, proses pembacaan naskah Proklamasi, hingga pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya: semua itu dijepretnya dengan menggunakan Leica miliknya yang akhirnya hampir saja lenyap.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Keajaiban Pohon Purba di Lombok yang Masih Kokoh

Sebelum sempat diproses di kamar gelap, kamera milik Alex terlebih dahulu telah dirampas tentara Jepang dan dimusnahkan. Untungnya, kamera Frans telah buru-buru disembunyikan dengan cara dikubur di halaman belakang kantor Asia Raya. Ketika ditangkap, Frans berkilah bahwa hasil jepretannya telah disita oleh Barisan Pelopor. Meski terselamatkan, hasil bidikan Leica milik Frans tersebut baru dapat dicetak dan diterbitkan 6 bulan kemudian di halaman pertama Harian Merdeka edisi 10 Februari 1946. Berbagai hasil jepretan kamera bersejarah tersebut masih diabadikan hingga kini dan dapat Anda saksikan di berbagai museum yang menyimpan koleksi benda-benda terkait sejarah Proklamasi, salah satunya di Tugu Pers Mendur. 

Tugu Pers Mendur Perannya di Balik Proklamasi RI | Breaktime
Tugu Prasasti Museum Alex dan Frans Mendur (news.netmedia.co.id)

Nama Mendur bersaudara mungkin saja tidak Anda jumpai saat masih mempelajari sejarah Proklamasi Indonesia di bangku sekolah. Namun, pada 11 Februari 2013, Presiden RI waktu itu itu, Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Tugu Pers Mendur untuk mengenang jasa kakak-beradik Mendur tersebut dalam mengabadikan momen bersejarah Proklamasi Republik Indonesia. Terletak di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Tugu Pers Mendur menyimpan berbagai warisan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan Frans dan Alex. Coba B’timers bayangkan, apa jadinya jika beliau berdua tidak ada?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Misteri Tersembunyi Tempat Wisata Di Puncak

Tanpa jerih payah Frans dan Alex sebagai wartawan, tentunya tidak akan ada momen bersejarah yang diabadikan melalui kamera beliau berdua. Sebanyak 113 foto bidikan Mendur bersaudara disimpan dalam bangunan rumah panggung dari kayu khas Minahasa. Mulai dari artikel surat kabar tak bertanggal yang memuat kesaksian Frans dan Alex Mendur saat mengabadikan momen Proklamasi, foto-foto masa awal kemerdekaan Indonesia, foto suasana perundingan antara Indonesia dan Belanda di tahun-tahun awal kemerdekaan, perang gerilya yang dipimpin Panglima Besar Soedirman, hingga foto kabinet di bawah kepemimpinan presiden pertama sekaligus Bapak Proklamasi Republik Indonesia, Bung Karno: semuanya disimpan rapi di museum foto yang didirikan di tanah kelahiran Frans dan Alex Mendur tersebut. Setibanya di sana, B’timers akan disambut oleh patung kakak-beradik Mendur di hadapan museum. Selanjutnya, Anda akan diajak berkeliling menyaksikan jajaran foto-foto yang merupakan warisan bersejarah tak ternilai.

Dengan berkunjung ke Museum Tugu Pers Mendur, semoga B’timers mampu meneladani semangat juang Frans dan Alex Mendur dalam mengabdi kepada Republik sesuai dengan profesinya. Meski tak bersenjatakan bedil dan bambu runcing, jasa beliau berdua tetaplah mencerminkan semangat nasionalisme tinggi. Semoga keberanian, kegigihan, dan sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Mendur bersaudara dapat diteladani para pemuda dalam mengisi semangat kemerdekaan, terutama oleh sesama rekan wartawan dan fotografer. Dirgahayu Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia ya, B’timers! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE