Tradisi Ngarak Maju yang Tak Lekang oleh Waktu | Breaktime
Tradisi “Ngarak Maju” yang Tak Lekang oleh Waktu
05.07.2016

Begitu beragam budaya yang ada di Indonesia, setiap daerah memiliki adat istiadat sendiri yang khas. B’timers tentu tahu bahwa ada banyak budaya daerah yang juga masih lestari hingga kini. Salah satunya seperti yang ada di Lampung, yakni Ngarak Maju. Masyarakat Lampung Pesisir masih menganggap ini hal yang sakral dan melakukannya sampai sekarang.

Ngarak Maju sendiri adalah prosesi yang harus dilakukan pengantin dalam upacara pernikahan. Ngarak Maju diikuti oleh “Maju” dan “Bunnting”. “Maju” adalah sebutan untuk pengantin perempuan, sementara “Bunnting” ialah sebutan untuk pengantin laki-laki. Seperti groom and bride-nya Lampung ya, B’timers?

Untuk prosesinya sendiri, diawali dengan mengarak dua pengantin dari rumah mempelai pria atau yang disebut gedong dalom dalam istilah bahasa daerah, lalu menuju ke rumah sesepuh adat yang ada di sana. Di rumah sesepuh adat mereka akan berganti pakaian dan diarak menuju ke gedung dalom.

Tradisi  Ngarak Maju yang Tak Lekang oleh Waktu | Breaktime
Arak-arakan pengantin yang ramai dan meriah

Mempelai wanita diarak menggunakan Juli, yang merupakan tandu khas dari Lampung dengan kelambu berwarna putih transparan menutupinya. Yang bisa menggunakan Juli hanyalah pengantin dari keluarga keturunan saibatin. Sama halnya dengan warna putih yang juga hanya bisa digunakan oleh keturunan saibatin. Di Lampung pesisir memang perhelatan adatnya menggunakan simbol-simbol dengan jenis-jenis warna tertentu.

Selagi pengantin wanita diarak dengan menggunakan Juli, pengantin pria mengiringi dengan berjalan bersama panakauan yakni muli dan bebai yang masih merupakan keturunan saibatin, dan mereka berada di belakang mempelai wanita. Sementara, di depan pengantin wanita terdapat rombongan yang menabuh rebana dan juga melantunkan lagu.

Prosesi arak-arakan ini berlangsung dengan riang gembira dipenuhi iringan nyanyian untuk “Maju” dan “Bunnting”. Wah, menarik sekali ya, prosesi adat Lampung yang satu ini, B’timers? (md)

Share This Article