Tradisi Distrikan untuk Penunggu Ranu Grati | Breaktime
Tradisi Distrikan untuk Penunggu Ranu Grati
13.10.2016

Danau Ranu Grati yang terletak di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan menjadi tempat sebuah tradisi warga sekitar setiap tahunnya. Tradisi Distrikan yang dilakukan setiap perayaan tahun baru Jawa atau biasa disebut dengan Suroan. Tradisi Distrikan ini merupakan upacara larung sesaji atau membuang hasil bumi dan sesajen yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya nelayan dari tiga desa, yaitu Desa Ranuklindungan, Sumber Dawesari, dan Grati Tunon.

Ratusan nelayan akan berkumpul dan tumpah ruah di sekitar Ranu Grati untuk menggelar ritual selamatan desa tersebut. Karena tradisi Distrikan ini ternyata bertujuan juga sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan.

Tradisi Distrikan ini sudah dilakukan secara turun-temurun, untuk menghormati kepercayaan para leluhur Ranu Grati. Masyarakat di sana juga percaya bahwa Ranu Grati memiliki penunggu yang dikenal dengan Baru Klinting, sesosok dewa berwujud ular raksasa.

Tradisi Distrikan untuk Penunggu Ranu Grati | Breaktime
Saat ritual larung sesaji dengan perahu naga di Ranu Grati

Tata Cara

Tradisi Distrikan yang berupa larung sesaji ini diawali dengan doa bersama pemuka agama setempat. Warga desa tersebut mayoritas adalah muslim. Mereka melakukan tradisi ini sesuai dengan tata cara Islam.

Para nelayan pun menggunaka pakaian adat khusus untuk ritual tersebut. Saat melantunkan doa, mereka juga berharap akan kesejahteraan untuk warga yang bergantung hidup di Ranu Grati. Setelah doa selesai, sesajen yang sudah disiapkan diarak hingga menuju ke tengah danau.

Untuk menuju ke tengah danau, mereka menggunakan perahu naga yang telah dihias dan warna-warni. Setelah sampai di Ranu Grati, mereka bebas mengambil sesajen yang dilarung sebagai symbol banyaknya rejeki yang akan didapat.

Itulah sekilas tentang tradisi Distrikan khas Ranu Grati. Hingga saat ini masyarakat terus melaksanakan tradisi tersebut sebagai tujuan untuk melestarikan dan memperkaya budaya Indonesia. (vpd)

Share This Article