Tradisi Brobosan untuk Kematian Masyarakat Jawa | Breaktime
Tradisi Brobosan untuk Kematian Masyarakat Jawa
19.11.2016

Pulau Jawa selalu memiliki cerita menarik tentang budaya. Salah satu pulau terbesar dengan penduduk terpadat di Indonesia ini memang masih memegang teguh adat istiadat dari leluhur. Bahkan kematian seseorang pun juga memiliki tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini disebut dengan tradisi Brobosan.

Apa itu tradisi Brobosan?

Brobosan adalah berjalan di bawah keranda yang sedang berhenti. Ini dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. Tradisi Brobosan ini dilakukan oleh anak dan cucu orang yang meninggal atau sanak saudaranya.

Untuk melewati keranda ini dilakukan secara bergantian dan masing-masing mengulanginya hingga tiga kali. Dimulai dari sebelah kanan jenazah, kemudian berbalik ke depan dan masuk lagi dari sebelah kanan.

Tradisi Brobosan untuk Kematian Masyarakat Jawa | Breaktime
Menghormati orang mati dengan tradisi Brobosan

Apa tujuan dari pelaksanaan tradisi Brobosan?

Tradisi Brobosan ini memiliki dua tujuan yaitu bermaksud untuk menghormati orang yang meninggal dan juga bermaksud untuk mendapatkan swab atau tuah dari orang yang meninggal tersebut.

Apalagi jika orang yang meninggal tersebut memiliki umur yang panjang, itu juga akan mempengaruhi usia sanak saudara yang melakukan Brobosan. Bila yang meninggal itu orang kesdik, maka ilmunya akan menurun pada orang yang menerobos. Begitulah menurut kepercayaan masyarakat Jawa.

Selain itu, jika yang meninggal seorang perempuan, maka yang harus melakukan tradisi brobosan hanya sanak saudara yang terdekat dengan almarhumah. Demikian juga jika yang meninggal anak-anak atau remaja, tradisi brobosan tidak akan dilakukan.

Semua hal yang menjadi bagian dalam tradisi brobosan ini hanya sebatas kepercayaan masyarakat Jawa dan adat istiadat yang telah dilakukan secara turun-menurun. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE