Bebuang Keturunan Kembar Buaya Suku Bugis | Breaktime
Tradisi Bebuang Keturunan Kembar Buaya Suku Bugis
06.10.2016

Suku Bugis yang berdomisili di Balikpapan, memiliki sebuah tradisi yang sulit untuk dilepaskan karena turun-temurun dari leluhur mereka. Tradisi ini dinamakan dengan Bebuang. Konon katanya tradisi ini dilakukan oleh nenek moyang Suku Bugis yang memiliki kembaran seekor buaya. Tradisi ini juga harus tetap dilestarikan hingga keturunan di masa yang akan datang.

Tradisi bebuang ini dulunya dipercaya dilakukan saat generasi atau keturunan dari orang yang kembar dengan buaya ini akan menikah. Selain itu, juga dilaksanakan saat sang wanita hamil 7 bulan dan sebelum melahirkan.

Bagaimana jika tidak melakukan ritual ini? Masyarakat Suku Bugis percaya bahwa jika tidak melakukan tradisi ini di saat-saat tertentu tersebut, maka akan terjadi hal-hal ghaib pada keluarga tersebut.

Pelaksanaan Tradisi Bebuang

Salah satu perwakilan dari keluarga yang akan mengadakan pernikahan harus menyiapkan sesaji untuk dilarungkan ke tengah laut. Sesaji tersebut berisi antara lain ketan kuning, ketan putih, ketan hitam, pisang, telur, selinting rokok, lilin, uang seribu rupiah, dan buaya putih yang terbuat dari tepung.

Bebuang Keturunan Kembar Buaya Suku Bugis | Breaktime
Tradisi Bebuang khas suku Bugis, Kalimantan

Semua sesaji itu tersusun rapi di atas rangkaian batang pohon pisang yang dialasi dengan daun pisang. Setelah itu, diletakkan di atas air di tepi laut dan dibacakan doa-doa serta harapan.

Setelah selesai membacakan doa dan harapan, diletakkan seekor ayam berwarna putih di atas susunan batang pohon pisang tadi. Dan akhirnya sesaji yang telah lengkap dan dibacakan doa tadi dibiarkan mengapung di atas air laut hingga menuju ke tengah.

Masyarakat Suku Bugis, khususnya yang memiliki keturunan dengan kembar buaya berharap bisa melestarikan tradisi dan ritual ini, sehingga tidak akan terjadi hal-hal buruk saat memiliki hajat besar. (vpd)

Share This Article