Tiga Hari Explore Negeri Laskar Pelangi | Breaktime
Tiga Hari Explore Negeri Laskar Pelangi
14.03.2015

Sejak booming film layar lebar Laskar Pelangi, salah satu destinasi yang jadi bucketlist saya di kawasan Indonesia Barat adalah Pulau Belitung. Selain keindahan pantai dan latar belakang film Laskar Pelangi, ada dua hal yang bikin saya penasaran dengan Belitung, yaitu kuliner dan kopinya. Kuliner Belitung terkenal dengan perpaduan seafood dan chinesefood yang dibawa oleh peranakan Tionghoa yang tinggal di Belitung sejak jaman kolonial Belanda.

Dua kuliner khas Belitung yang menggoda lidah saya adalah mie dan soto Belitung. Mie Belitung yang terkenal dengan kelezatannya bisa kita dapatkan di "Mie Atep" yang berlokasi di Tanjung Pandan. Perpaduan rasa mie dan kuah seafood membuat Mie Atep ini masuk dalam list utama wisata kuliner traveler yang ke Belitung.

Berbeda dengan soto di Jawa yang disajikan dengan nasi, Soto Belitung disajikan dengan lontong dan bihun, beberapa potong udang, serta kuah seafood khas Belitung yang lezat. Menu spesial Soto Belitung ini saya dapatkan di "Kedai Mak Jana" yang berlokasi tak jauh dari alun-alun Manggar.

Tiga Hari Explore Negeri Laskar Pelangi

Selain dua menu tersebut, kopi Belitung juga sangat khas di daerah ini karena memiliki cita rasa turun temurun. Kota Manggar di Belitung Timur bahkan dikenal dengan sebutan "Kota Seribu Warung Kopi". Deretan warung kopi yang tak pernah sepi dari pengunjung adalah pemandangan setiap hari saat kita di pulau ini.

Tak hanya kopi, Belitung juga punya kuliner khas lainnya yaitu "Telor Ayam Setengah Matang" yang disajikan dengan lada Belitung dan kecap asin. Rasanya sangat lezat. Orang Belitung mengkonsumsi menu ini untuk menjaga kesehatan dan stamina. Menu ini bisa didapatkan di "Kedai Kopi Ake" yang telah turun temurun, bahkan kini sudah memasuki generasi ketiga alias berusia lebih dari 100 tahun!

Hari pertama di Belitung, saya bisa langsung explore Belitung Timur setelah landing di Bandara Tanjung Pandan. Penerbangan 40 menit dari Jakarta dan perjalanan kurang lebih satu jam dari bandara tak terasa melelahkan karena kita melewati pemandangan area perkebunan sawit dan tambang kaolin. 

Replika SD Laskar Pelangi di Belitung Timur adalah destinasi yang wajib dikunjungi sekaligus merupakan simbol "Negeri Laskar Pelangi". Di sini kita bisa masuk ke bangunan sekolah semi permanen yang terbuat dari kayu dan merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Tiga Hari Explore Negeri Laskar Pelangi

Nuansa film karya Riri Riza yang diangkat dari novel Andrea Hirata begitu terasa saat kita masuk ke Museum Kata Andrea Hirata. Di lokasi rumah yang disulap jadi sebuah museum ini kita bisa melihat beragam koleksi foto, buku, lukisan, dan karya seni lainnya yang berkaitan dengan film Laskar Pelangi. Museum ini juga dikenal sebagai "Indonesia's First Literary Museum".

Hanya perlu tiga hari dua malam untuk mengeksplor hampir seluruh keindahan Belitung. Hari kedua biasanya kita langsung bersiap untuk one day trip Pulau Lengkuas. Perahu motor berkapasitas 8 hingga 10 orang akan membawa kita berkeliling pulau-pulau eksotik di perairan Belitung, termasuk menikmati keindahan taman bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas.

Tiga Hari Explore Negeri Laskar Pelangi

Saat sore, pemandangan sunset dari Pantai Tanjung Tinggi sangat istimewa karena kita menikmati detik-detik sinar matahari tenggelam dari atas batu-batuan granit raksasa yang tersebar di sekitar pantai Tanjung Tinggi. Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Setelah puas dengan destinasi pantai, pulau, dan kulinernya, tiba saatnya untuk menikmati destinasi budaya khas Belitung pada hari terakhir di pulau ini. Terdapat sebuah rumah adat di tengah kota Tanjung Pandan yang masih terawat dengan baik, termasuk barang-barang di dalamnya yang merupakan wujud asli budaya Belitung.

Sebelum kembali ke airport, pemandangan danau kaolin berwarna biru tosca benar-benar memanjakan mata kita. Danau kaolin ini terbentuk dari sisa-sisa penambangan timah yang banyak tersebar di penjuru Belitung.

Traveling ke Belitung membuat kita belajar banyak hal. Mulai dari mengagumi keindahan alam, merasakan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa, serta menjaga ekosistem alam yang dianugerahkan Sang Pencipta untuk Nusantara yang indah ini.

Share This Article