Ini Rahasia di Balik Sejarah Lawang Sewu | Breaktime
Ternyata ini Rahasia di Balik Sejarah Lawang Sewu
06.06.2016

Lawang Sewu, atau yang berarti Pintu Seribu dalam Bahasa Indonesia ini merupakan sebuah gedung kokoh yang dibangun di era penjajahan Belanda. Saat ini Anda mengenalnya sebagai salah satu obyek wisata terkenal di Kota Semarang. Intip rahasia di balik sejarah Lawang Sewu berikut ini, yuk, B’timers!

Rahasia berdirinya Lawang Sewu

Bangunan kuno peninggalan pemerintah Belanda ini dibangun pada tahun 1904. Awalnya gedung ini digunakan sebagai kantor pusat dari perusahaan kereta api atau trem milik pemerintah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau NIS. Adalah Profesor Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag yang merancang bangunan tiga lantai tersebut, B’timers.

Terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang atau di sudut antara Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda, gedung ini pada akhirnya lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Lawang Sewu atau Pintu Seribu. Alasannya karena bangunan tersebut terlihat memiliki pintu yang begitu banyak. Padahal, jika Anda hitung, jumlah pintunya tidak mencapai angka seribu, lho.

Ini Rahasia di Balik Sejarah Lawang Sewu | Breaktime
Hayoo, coba hitung pintunya ada berapa, B’timers?

Sejarah bangunan Lawang Sewu

Jika berbicara mengenai sejarah dari bangunan bergaya renaissance, bangunan Lawang Sewu ini tak lepas dari sejarah perkeretaapian di Indonesia. Pembangunan dimulai pada 27 Februari 1904 danselesai tiga tahun berikutnya, yaitu pada 1907. Karena kondisi tanah di jalan harus mengalami perbaikan dulu dengan penggalian sedalan 4 meter dan diganti dengan lapisan vulkanis.

Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pembangunan gedung utama. Dan setelah digunakan selama beberapa tahun, barulah bangunan tambahan mulai dibangun untuk memperluas kantor. Pembangunan bangunan tambahan tersebut dilakukan pada tahun 1916 hingga tahun 1918, B’timers.

Fungsi Lawang Sewu saat ini

Sesaat setelah kemerdekaan Indonesia, Lawang Sewu digunakan oleh Kantor Perusahaan Kereta Api. Namun kemudian pihak militer mengambil alih bangunan tersebut. Dan sekarang Lawang Sewu telah kembali ke tangan PT KAI, B’timers.

Dan, apakah Anda masih penasaran berapa jumlah pintu di Lawang Sewu, B’timers? Coba hitung dan bersiaplah kecewa, karena jumlahnya kurang dari 500 pintu saja. (NO)

Share This Article