Tatung, Tradisi Ekstrem yang Ada di Singkawang | Breaktime
Tatung, Tradisi Ekstrem yang Ada di Singkawang
27.07.2016

Dan satu lagi tradisi unik yang terbilang ekstrem dari salah satu wilahay di Indonesia, ternyata mampu menarik banyak wisatawan datang berkunjung, lho, B’timers. Tradisi masyarakat Singkawang ini selalu dinanti masyarakat lokal maupun mancanegara. Pernah mendengar tradisi Tatung, tidak, B’timers? Nah, untuk Anda yang suka mencari ketegangan, tidak ada salahnya datang dan menyaksikan Tradisi Tatung.

Tatung, Tradisi Ekstrem yang Ada di Singkawang | Breaktime
Budaya unik Singkawang dimulai dengan pawai

Tradisi dengan keahlian yang cukup ekstrem

Inilah sebuah atraksi yang mempertontonkan kesaktian warga Dayak – Tiongkok untuk merayakan Cap Go Meh. Diberi nama Pawai Tatung, sebenarnya tradisi ini diserap dari tradisi bangsa Tionghoa. Namun tentu sudah berbaur dengan budaya Dayak. Dan ternyata Anda hanya bisa menyaksikan Pawai Tatung ini di Singkawang, Kalimantan Barat saja, lho, B’timers.

Biasanya sebelum perayaan Cap Go Meh digelar, seluruh warga Tionghoa Singkawang akan bergantian bersembahyang di vihara. Biasanya sih, dilakukan tepat di hari ke 13 hingga 15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Menjelang petang, para suhu atau pendeta keluar dan bersembahyang di vihara. Tujuannya adalah untuk meminta izin pada dewa, supaya ritual Tatung berjalan lancar.

Tatung, Tradisi Ekstrem yang Ada di Singkawang | Breaktime
Di mana dua budaya berbaur di Singkawang

Pemanggilan roh orang meninggal untuk Tatung

Pada upacara pemanggilan Tatung yang dipimpin oleh seorang pendeta, arwah atau roh akan memasuki Tatung. Mereka percaya roh yang dipanggil adalah roh dengan jiwa baik dan sanggup menangkal roh jahat. Nah, roh-roh yang dipanggil akan merasuki tubuh siapapun. Dan mereka akan mempertunjukkan atraksi menusuk anggota tubuh dengan benda tajam. Yah, seperti debus, sih.

Yang dinantikan wisatawan adalah pawai lampion, arak-arakan barongsai dan pawai naga. Tentu tidak ketinggalan arak-arakan Tatung yang dimulai dari altar vihara. Para pemain Tatung mengenakan pakaian yang mewakili kelompok masyarakat Tionghoa atau Dayak. Dengan iringan genderang, mereka akan menawarkan pertunjukan dengan sentuhan mistik yang sedikit ekatrem.

Pastikan Anda memiliki nyali yang cukup besar saat menonton Tradisi Tatung ini, ya, B’timers? (NO)

Share This Article