Tari Tangkap Cakalang, Kisah Masyarakat Bitung | Breaktime
Tari Tangkap Cakalang, Kisah Masyarakat Bitung
17.10.2016

Bitung adalah sebuah kota yang terletak di Sulawesi Utara. Bitung adalah sebuah kota yang berkembang dan memiliki pelabuhan yang mendorong percepatan pembangunan. Tidak hanya itu, Bitung juga memiliki kesenian tradisional yang menggambarkan keadaan kota dan penduduknya yang mayoritas adalah seorang nelayan. Kesenian tradisional tersebut berupa tarian yang disebut dengan Tari Tangkap Cakalang.

Tari Tangkap Cakalang adalah sebuah tarian yang dikreasikan oleh Alan Ruknis pada tahun 2006. Tarian ini menceritakan tentang kehidupan seorang nelayan yang mencari ikan di laut dan menceritakan tentang kehidupan di bawah laut, khususnya kehidupan ikan cakalang.

Inspirasi kreasi tarian ini bukan hanya melihat dari kehidupan masyarakatnya, tetapi juga kondisi dan letak geografis kota Bitung yang terletak di pesisir pantai Sulawesi. 

Tari Tangkap Cakalang, Kisah Masyarakat Bitung | Breaktime
Salah satu gerakan dalam tari Tangkap Cakalang

Tarian ini dilakukan oleh beberapa penari putra dan putri. Mereka saling berpasangan dan maksimal penari sebanyak lima pasang, jumlah minimalnya dua pasang. Untuk penari putra memiliki peran sebagai nelayan dan penari putri sebagai ikan cakalang.

Untuk kostum, para penari pria memakai kostum nelayan, sedangkan untuk penari wanita menggunakan kostum yang dibuat menyerupai ikan. Unik, kan B’timers!

Tari Tangkap Cakalang, Kisah Masyarakat Bitung | Breaktime
Tari kreasi Alan Ruknis tentang masyarakat Bitung

Setiap tarian pastinya tidak akan menarik jika tidak diiringi dengan musik. Tari Tangkap Cakalang sendiri diiringi dengan alat musik yang berupa tamborin dan suling. Tari Tangkap Cakalang ini sering tampil di beberapa acara kebudayaan dan beberapa acara pemerintahan nasional maupun internasional.

Keunikan gerakan dan cerita dari tarian inilah yang akan membuat para penonton kagum dan larut dalam cerita. Ini juga menjadi tugas masyarakat khususnya para pemuda dan pemudi Bitung untuk melestarikan seni tradisional ini. (vpd)

Share This Article