Tari Shangyang Jaran yang Magis dan Mistis | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Tari Shangyang Jaran yang Magis dan Mistis
18.04.2016

Bali merupakan destinasi favorit saya, karena di sini destinasinya sangat kaya. Mulai dari alam hingga budayanya sangat mempesona, termasuk tari Bali. Mungkin sudah banyak wisatawan dalam negeri yang melihat tari Barong atau Kecak, namun ada satu tarian Bali yang masih saya suka tonton jika berkunjung ke Bali, yaitu Tari Shangyang Jaran. Tarian yang sangat magis dan mistis ini bisa kita saksikan di Ubud Bali dan biasanya ditampilkan bersama rangkaian Tari Kecak.

Menonton tarian Shangyang Jaran, Ubud Bali ini begitu seru karena sang penari dalam keadaan trance (kerasukan) dan menginjak serta menendang bara api yang dibakar. Sang Hyangjaran  merupakan bagian dari Tari Kecak ini mulanya dibuat oleh penari terkenal bernama I Wayan Limbak dan seorang pelukis yang berasal dari Jerman yaitu Walter Spies pada tahun 1930-an.

Tarian ini sengaja diubah dari tarian Shangyang yang aslinya sebagai ritual, menjadi tarian untuk tontonan umum. Tarian Shangyang pada dasarnya memang sudah ada sejak zaman pra-Hindu, tarian ini dilakukan dengan tujuan mencegah bahaya atau sebagai tolak bala. Lamanya pertunjukan tari sendiri berlangsung antara 45-60 menit. Setiap bagian tari berkisah tentang epik Ramayana yang dipadukan dengan unsur magis.

Yang membuat saya suka dengan tarian ini karena kita bisa mendapatkan momen foto yang bagus, selain itu daya tarik dari tarian Shangyang Jaran adalah banyaknya penari yang turut serta dalam pementasan tarian. 

Tari Shangyang Jaran yang Magis dan Mistis | Breaktime
Penari menginjak bara api

Tari kecak dengan hanya menggunakan sarung kotak-kotak warna hitam putih dan tanpa mengenakan baju, para penari ini nanti akan melakukan atraksi tarian yang cukup menegangkan bagi penonton yang melihatnya. Diawali dengan Tarian Kecak, 50 orang laki-laki akan membentuk formasi lingkaran kemudian mengeluarkan suara “cak…cak” sambil mengangkat tangan keatas yang dilakukan berulang-ulang sebagai pengiring tarian.

Tidak ada penggunaan alat musik selama tarian ini berlangsung, hanya mengandalkan suara harmonisasi dari para penari. Suasana magis dan mistis mulai terasa ketika menyaksikan tarian ini, usai Tari Kecak kemudian dilanjutkan dengan Tari Shangyang Dedari yang dimainkan oleh 2 orang perempuan.

Mereka menari dalam keadaan mata terpejam, hal itu menunjukkan bahwa adanya roh yang telah merasuki para penari, sebab fungsi dari Tari Shangyang Dedari ini adalah untuk mengusir roh-roh jahat. Tarian terakhir adalah Shangyang Jaran, pada sesi terakhir ini adalah tarian yang cukup menegangkan karena penari akan bermain dengan bara api.

Seorang laki-laki muncul dengan kuda kepang (Jaran) yang seolah-olah ia sedang menaikinya. Kemudian, pada halaman atau tanah lapang tempat dilakukannya tarian, dibakarlah beberapa batok kelapa yang menjadi bara api. Penari Shangyang Jaran yang telah kesurupan akan menari-nari dan menginjak bara api tanpa menggunakan pelindung apapun.

Tari Shangyang Jaran yang Magis dan Mistis | Breaktime
Tarian Shangyang jaran yang kental dengan nuansa magis

Bisa dibilang saya sudah 4 sampai 5 kali ke Ubud hanya untuk memotret Tari Shanghyang jaran ini, karena momennya begitu cepat. Untuk bisa menyaksikan Tari Shangyang Jaran Ubud Bali, Anda bisa mengunjungi daerah Ubud, di sini terdapat sanggar yang melakukan pementasan tarian tradisional yang diperuntukkan untuk para wisatawan yang datang.

Pura Penataran Kloncing adalah salah satu tempat yang biasanya menampilkan rangkaian tarian Kecak. Waktu pertunjukan dimulai pada jam 7 malam. Untuk bisa menyaksikan tarian, para pengunjung diharuskan membayar tiket seharga Rp 75.000/orang.

Agar mendapatkan hasil maksimal memotret ketika sedang menyaksikan tarian ini ada beberapa smart tips dari saya:

  1. Gunakan lensa dengan bukaan besar, misal F2.8 karena di sini sangat gelap. Lampu-lampu dimatikan sehingga kita membutuhkan cahaya yang banyak dan dibantu dengan lensa bukaan besar.
  2. Tripod wajib dibawa, karena kalau tidak memakai tripod bisa dijamin shake dan blur.
  3. Jangan menggunakan flash, baik flash internal kamera atau eksternal. Karena sangat mengganggu penonton lain yang menyaksikan tarian ini.
  4. Gunakan mode continuous shoot, agar momen penari jaran yang menendang bara api ini dapat tertangkap dengan baik.
  5. Bawa memory card yang banyak, dan jangan enggan memencet shutter kamera untuk mendapatkan gambar terbaik. (BK)

Share This Article