Tari Batik Jlamprang Identitas Baru Pekalongan | Breaktime
Tari Batik Jlamprang Jadi Identitas Baru Pekalongan
09.10.2016

Pekalongan memiliki sebutan kota batik dan mendapat pengesahan dari UNESCO sebagai World’s City of Batik. Pekalongan memang memiliki corak batik yang khas dan unik di antara kota-kota lain di Indonesia. Pekalongan juga memiliki Mueum Batik yang menyimpan berbagai macam jenis batik dari seluruh daerah di Indonesia.

Tidak hanya memiliki koleksi batik yang khas, Pekalongan juga memiliki kesenian tradisional yang juga berhubungan dengan batik. Kesenian daerah ini berupa tarian, yaitu tari Batik Jlamprang. Kesenian tari Batik Jlamprang ini juga bekerjasama dengan sanggar tari Greget dari Semarang.

Sejarah

Tari Batik Jlamprang baru dirilis pada tahun 2012 lalu. Tarian ini dilatarbelakangi oleh batik khas Pekalongan itu sendiri. Tari ini diciptakan awalnya untuk upacara penyambutan ibu Ani Yudhoyono yang berkunjung ke kota Pekalongan kala itu. Beliau mengunjungi Pekalongan dalam rangka Pekan Batik Nusantara 2012.

Selain itu, diciptakannya tari Batik Jlamprang juga muncul sebagai seni budaya baru dan menjadi identitas kota Pekalongan. Kerjasama dengan sanggar tari Greget dari Semarang, bertujuan untuk membantu dalam menciptakan seni budaya baru yang berupa tarian ini.

Tari Batik Jlamprang Identitas Baru Pekalongan | Breaktime
Inilah seni budaya baru kota Pekalongan

Gerakan dan kostum

Proses pembuatan tarian ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, yaitu 6 bulan lamanya. Para pembuat tarian ini harus memikirkan gerakan dan iringan. Terdapat dua gerakan dalam tarian ini yaitu gerak maknawi dan gerak murni. Musik yang mengiringi adalah gamelan berlaras pelog.

Kostum yang digunakan penari Batik Jlamprang ini menggambarkan topografi masyarakat Pekalongan yang bermukim di pesisir pantai Utara. Busananya juga lebih tertutup karena mayoritas masyrakat Pekalongan beragama Islam.

Jadi, begitulah sejarah tari Batik Jlamprang yang ternyata baru berusia 4 tahun ini. Tari Batik Jlamprang kini berpotensi menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. (vpd)

Share This Article