Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini!
06.10.2017

Rinjani. Siapa tak kenal dengan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yang terletak di Pulau Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat ini? Menaklukkan puncak Rinjani di ketinggian 3.726 mdpl menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pecinta wisata alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Berikut catatan perjalanan saya menuju puncak Rinjani.

Sekitar jam 10 pagi, pesawat saya tiba di Bandara Internasional Lombok. Setelah mengambil bagasi, saya bergegas menuju bis Damri jurusan Terminal Pancor di Selong, Lombok Tengah. Perjalanan dari bandara menuju Pancor memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan harga karcis Damri RP 35.000 per orang.

Saya memilih naik transportasi umum karena perjalanan yang saya lakukan ini ala backpacker. Bis Damri di Lombok cukup nyaman karena armadanya baru dan full AC. Setelah tiba di Terminal Pancor, barulah saya naik ojek ke Sembalun, desa di kaki Gunung Rinjani.

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Gerbang masuk di kawasan Desa Sembalun, sebelum menuju Rinjani

Sembalun merupakan tempat transit terakhir sebelum melakukan pendakian ke puncak Rinjani. Di desa ini banyak tersedia penginapan atau homestay mulai dari harga RP 100 ribu per malam. Para pendaki bisa menyiapkan segala sesuatunya di Sembalun, mulai dari sewa tenda, kompor, jasa porter, hingga belanja kebutuhan masak selama pendakian.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Haji Lane, Sudut Anti-Mainstream Di Singapura

Setelah istirahat semalam di salah satu homestay di Sembalun, keesokan paginya saya bersiap melakukan pendakian ke Rinjani. Beruntung, anak dari pemilik homestay juga berprofesi sebagai guide Rinjani. Saya pun cukup terbantu, terutama untuk persiapan tenda, kompor, dan alat masak.

Oh ya, sebelum melakukan pendakian, setiap pendaki harus melakukan registrasi di pos Taman Nasional Gunung Rinjani yang lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional Sembalun. Setelah mengisi buku tamu, saya membayar RP 27.500 untuk tiket dan asuransi. Harga tersebut berlaku untuk akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. Untuk wisatawan asing, ada perbedaan harga sekitar Rp 300.000 per orang.

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Rute pendakian Rinjani dari Pos 3 menuju Plawangan

Rute perjalanan pertama adalah dari Sembalun menuju Pos 2 Rinjani atau pos terakhir yang bisa dijangkau dengan ojek sepeda motor. Cuaca awal September sangat panas dan terik, terlebih jalur Rinjani tidak ada hutan belantara, hanya padang savana dan ilalang yang kering. Siapkan air putih dalam jumlah cukup dan buah-buahan segar untuk menjaga kondisi tubuh selama di perjalanan.

Sekitar jam 12 siang kami tiba di Pos 3 Rinjani dimana terdapat sebuah gazebo kecil yang terletak di atas aliran sungai yang mengering. Di tempat inilah kami menyantap makan siang nasi bungkus yang dibawa dari homestay, jadi kami tak perlu mengeluarkan kompor atau peralatan masak untuk makan siang.

Masih sekitar tiga jam lagi untuk sampai di Plawangan, lokasi camp area Rinjani. Medan pendakian setelah Pos 3 ini memang lebih berat karena terus menanjak. Di akhir-akhir medan tanjakan sebelum Plawangan, pendaki akan melewati dua bukit yang diselimuti kabut. Pandangan terbatas, nafas lebih berat karena udara lembab dan tipis.

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Camp area di Plawangan Rinjani, lokasi transit sebelum summit

Kami akhirnya mencapai Plawangan sekitar jam 4 sore. Setelah istirahat sejenak, kami mencari tempat untuk mendirikan tenda, menyiapkan keperluan memasak untuk makan malam, dan istirahat karena harus simpan tenaga untuk pendakian ke puncak dini hari nanti.

Para pendaki di Rinjani biasanya melakukan summit mulai jam 2 pagi. Normalnya, dari Plawangan ke puncak Rinjani perlu waktu sekitar tiga jam. Tapi jalurnya lumayan berat, curam, berpasir, dan banyak debu saat musim kemarau. Karena itu tiap pendaki disawankan memakai masker, sarung tangan, atau bahkan gaiter.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rayakan Hari Batik dengan Jenis Batik Nusantara

Saat melakukan pendakian dini hari menuju puncak Rinjani, saya bisa melihat pemandangan Gunung Barujari -sering juga disebut Gunung Anak Rinjani- dengan pijar lava yang sangat terang dari kawahnya. Sungguh sebuah fenomena alam yang luar biasa indah, ditambah lagi dengan banyaknya bintang jatuh yang terlihat di langit malam.

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Puncak Rinjani di ketinggian 3726 Mdpl

Sekitar jam 6 pagi, langit di sisi timur mulai terlihat warna jingga dan menguning. Lambat tapi pasti suasana mulai terang, tapi puncak masih terlihat cukup jauh. Saya masih harus melewati jalur trekking yang dikenal dengan nama "punggungan". Jalur ini kerap disebut sebagai "jalur maut" karena lebarnya hanya sekitar dua meter dengan kiri-kanan adalah jurang dan kawah. Angin pagi yang sangat kencang membuat setiap pendaki harus ekstra waspada saat melewati jalur ini.

Tak kan lari gunung dikejar. Begitu pula puncak Rinjani. Setelah berusaha sekuat tenaga, sekitar jam 7.30 pagi akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Puncak Rinjani!

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Jalur trekking menuju puncak Rinjani

Di puncak Rinjani ini kita seperti berada di kaki langit yang luas tanpa batas. Terlihat pemandangan Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Tambora, serta tiga gili yang terkenal di Lombok: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Pulau Timor, Surga Cendana yang Tak Lagi Mewangi

Bagaimana pun juga, puncak bukanlah akhir dari sebuah pendakian. Perjalanan turun dari puncak Rinjani pun tak kalah menegangkan. Beruntung, angin yang berhembus tak sekencang saat naik. Cuaca yang sangat cerah membuat pemandangan di sepanjang jalur turun begitu indah. Tampak dengan jelas Gunung Barujari dan Segara Anakan, serta vegetasi bunga edelweis dan pepohonan di lereng Rinjani.

Taklukkan Rinjani Dengan Menyiapkan Semua Ini! | Breaktime
Gunung Barujari dan Danau Segara Anak dari jalur puncak Rinjani

Estimasi Budget Backpacker ke Rinjani

  • Tiket pesawat PP ke Lombok (dari Surabaya)               : RP 700.000
  • Biaya ojek/bensin PP Pancor ke Sembalun                   : RP 150.000
  • Bis Damri PP Pancor ke Bandara                                  : RP 70.000
  • Homestay dua malam di Sembalun                                : RP 200.000
  • Tiket Taman Nasional                                                      : RP 27.500
  • Porter tiga hari                                                                 : RP 750.000
  • Sewa tenda dan kompor                                                  : RP 150.000
  • Belanja kebutuhan makan, sayur, cemilan, air, gas, dll   : RP 250.000
  • Lain-lain                                                                           : RP 202.500

Total   : RP 2.500.000

Bagaimana B'timers, tertarik untuk menaklukkan puncak Rinjani yang disebut-sebut sebagai gunung api terindah di Asia Tenggara? Segera siapkan perjalananmu menuju Gunung Rinjani.



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE