Taj Mahal: Ada Air Mata Raja Di Balik Kemegahan | Breaktime
Taj Mahal: Ada Air Mata Raja Di Balik Kemegahan
14.02.2017

Siapa yang tidak kenal dengan Taj Mahal? Salah satu bangunan ikonik di India yang masuk dalam daftar keajaiban dunia ini memang sangat menakjubkan. Bangunannya megah dengan arsitektur menakjubkan di dalamnya. Taj Mahal merupakan bangunan tua yang sampai saat ini bisa berdiri dengan kokoh dan dirawat dengan sangat baik.

Taj Mahal merupakan komplek makam yang dibangun dengan waktu lebih dari 20 tahun. Terletak di tepi selatan sungai Yamuna di Agra, India. Bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1632 silam berdasarkan perintah Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai rasa hormat dan cintanya terhadap sang istri. Istana ini merupakan perpaduan apik antara pengaruh India, Persia, dan Islam.

Pada tahun 1983, Taj Mahal ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Ketahuilah bahwa Taj Mahal dibangun dari marmer putih yang seolah berubah warna saat terkena cahaya matahari atau cahaya bulan. Nah, bertepatan dengan Hari Valentine saat ini, Breaktime akan mengupas lebih dalam tentang masa lalu Taj Mahal yang penuh cinta dan tragis.

Taj Mahal: Ada Air Mata Raja Di Balik Kemegahan | Breaktime
Bukti cinta Shah Jahan pada Mumtaz Mahal (Photo by Google)

Taj Mahal menjadi wujud keromantisan Kaisar Shah Jahan di masa lalu. Beliau hidup pada masa dinasti Mughal yang pada awal abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18 memerintah sebagian besar wilayah India Utara. Saat kematian ayahnya pada 1628, Shah Jahanlah yang berhasil memperebutkan tahta raja pada masa itu. Sang Kaisar telah memiliki istri yang bernama Arjumand Banu Begum atau yang lebih dikenal dengan nama Mumtaz Mahal.

Mumtaz dinikahi pada tahun 1612, namun sayangnya di tahun 1631 ia meninggal dunia setelah melahirkan anaknya yang ke-14. Mumtaz menjadi salah satu ratu yang paling disayanginya di antara dua ratu lainnya. Mumtaz menjadi istri yang paling disayangi karena ia rela memiliki banyak anak untuk suaminya. Sampai akhirnya ia meninggal, sang Kaisar amat sedih dan terpuruk. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk membuatkan makam yang megah di tepi sungai Yamuna.

Ketika akhirnya makam itu selesai, ketahuilah bahwa kaisar memutuskan untuk memotong semua tangan arsitektur dan para tukan agar tidak bisa membuat bangunan yang sama seperti Taj Mahal. Makam tersebut dulunya dibangun oleh 20.000 tukan dan 1.000 gajah.

Setelah sang istri dimakamkan, kaisar tetap merasa sangat sedih dan akhirnya terjadi perang saudara untuk merebut kekuasaan. Shah Jahan pun akhirnya dibunuh oleh anak laki-lakinya. Namun, meski begitu sang anak tetap melakukan baktinya dengan mengubur sang ayah di samping makam Mumtaz.

Taj Mahal: Ada Air Mata Raja Di Balik Kemegahan | Breaktime
Kini Taj Mahal jadi destinasi sejarah paling dicintai (Photo by Google)

Sepertinya yang telah disebutkan tadi bahwa Taj Mahal dibangun dari marmer putih. Selain itu juga dilapisi oleh batu semi mulia seperti batu giok, Kristal, lapis lazuli, amethyst, dan pirus. Namun, setelah Shah Jahan meninggal dan dinasti Mughal perlahan mulai hancur, Taj Mahal juga ikut hancur.

Selama satu abad tidak mendapat perhatian, sampai akhirnya pada abad ke-19, seorang raja Inggris yang ada di India, Lord Curzon memutuskan untuk melakukan restorasi besar-besaran. Ini dimaksudkan untuk melestarikan warisan seni dan budaya India. Makam yang B’timers lihat sekarang adalah makam palsu dan yang asli diperkirakan diletakkan di bagian ruang bawah tersembunyi.

Kini Taj Mahal kembali mendapat ancaman. Sungai Yamuna perlahan mongering. Menyusutnya permukaan air mempercepat laju pembusukan kayu yang menyangga struktur Taj Mahal. Sangat dikhawatirkan jika suatu saat Taj Mahal akan ambruk. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE