Tabir Kehidupan Anak Penambang Emas Di Timika | Breaktime
Tabir Kehidupan Anak Penambang Emas Di Timika
17.11.2017

Kita sering mendengar bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Kita juga tahu, Indonesia kaya karena apa. Indonesia kaya dengan alamnya, sukunya, budaya, dan tradisinya. Tetapi, tahukah B’timers bahwa kekayaan alam Indonesia bukan sepenuhnya milik kita. Tetapi justru milik negara lain. Kita boleh saja mengklaim bahwa Danau Toba, Kepulauan Kei, Bali, dan Flores adalah milik kita. Tetapi bagaimana dengan tambang batu bara yang ada di Kalimantan dan tambang emas di Papua? Apakah kita bisa menikmati semua kekayaan tersebut yang jelas-jelas ada di bumi yang kita injak ini?

Berbicara tentang tambang emas di Papua, jadi menarik untuk membahas lebih jauh. Timika menjadi kawasan yang dianggap sangat kaya, karena berhektar-hektar emas tertanam di dalam tanahnya. PT. Freeport Indonesia pernah melakukan ekspedisi untuk membuat peta geologi nasional. Di tahun 1995, akhirnya dari survei udara telah menjadi bagian dari peta geologi nasional yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Hasil survey tim Freeport Indonesia menemukan tiga titik intrusi yang memiliki potensi mineralisasi. Tiga titik ini pun mendapatkan perhatian para ilmuwan dalam negeri. Rupanya pada tahun 1997, kawasan tersebut ditetapkan sebagai Taman Nasional Lorentz. Ini juga atas dorongan para aktivis lingkungan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jejak Yang Hilang Wisata Sejarah Candi Majapahit

Taman Nasional Lorentz

Penetapan Taman Nasional Lorentz dilakukan dua tahun setelah ditemukan tiga titi intrusi dalam peta geologi. Kawasan hutan sebagai taman nasional itu secara otomatis membatasi akses publik, terutama bagi mereka yang berniat mengeksplorasi. Pada tahun 1999, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organizations (UNESCO), menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia dengan cakupan seluas 2,4 juta hektare.

Hebatnya lagi, kawasan ini jadi kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya membentang mulai dari Puncak Jayawijaya dengan ketinggian 5.030 meter dan membujur hingga batas tepi perairan Laut Arafuru. 

Tabir Kehidupan Anak Penambang Emas Di Timika | Breaktime
Taman Nasional Lorentz (vebma.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kisah Masa Lalu Candi Tertua Di Indonesia

Nama Lorentz sendiri diambil dari nama penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz yang pernah mengunjungi kawasan itu pada 1909. Taman nasional ini tak hanya kaya dengan keanekaragaman hayati, tetapi juga jadi tempat tinggal sembilan suku asli Tanah Papua. Sejak ditetapkan sebagai daerah konservasi, Freeport Indonesia tak berani dan tak berhak mengutak-atik kawasan tersebut.

Kisah Anak-Anak Di Kawasan Endapan Ampas Tambang Emas

Meski Timika merupakan daerah kaya akan emas, namun tetap saja ada hal yang tak mengenakkan. Namanya juga kawasan tambang, sudah jelas ada beberapa tempat yang terkena limbahnya. Seperti Sungai Ajkwa dan Sungai Otomona yang merupakan kawasan endapan ampas tambang emas. Anak-anak para pendulang emas seringkali bermain sambil memancing ikan dan udang yang ada di sekitar ceruk ini.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Di Balik Kisah Heroik 10 November Surabaya

Tak hanya itu, anak-anak ini juga seringkali mencari jambu batu di semak belukar yang masih bisa tumbuh di sekitar kawasan endapan emas pertambangan Timika. Mungkin itu menjadi hiburan mereka satu-satunya di sana. Tetapi, endapan emas pertambangan ini tak sebaik itu efeknya terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Semoga saja masyarakat lokal dan para penambang tak hanya bersenang-senang dengan hasil logam mulia yang mereka dapatkan tetapi juga tetap peduli terhadap lingkungan sekitar dimana mereka melakukan pertambangan, ya. Mari kita jaga negeri ini dimulai dari diri sendiri. 



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE