Sri Lanka & Suguhan Untuk Para Pemuja Budaya | Breaktime
Sri Lanka & Suguhan Untuk Para Pemuja Budaya
23.05.2017

Ketika memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan, tempat-tempat yang banyak dikenal mungkin akan secepat kilat melintas di benak Anda. Jika orang lain berjalan ke arah kanan, cobalah Anda untuk pergi ke jalur kiri. Siapa tahu Anda akan menemukan hal baru yang lebih menyenangkan. Seperti saat Anda memilih Sri Lanka sebagai negara tujuan untuk penjelajahan selanjutnya. Mendengarnya saja pasti kebanyakan orang menganggap bahwa Sri Lanka tak jauh berbeda dengan Indonesia karena sama-sama merupakan negara yang sedang berkembang.

Pemahaman tersebut rasanya harus segera diputar, karena di sisi lain Sri Lanka memiliki kebudayaan dan tradisi yang patut diacungi jempol. Breaktime akan mengulas habis tentang apa yang ada di balik negeri ini.

Sri Lanka & Suguhan Untuk Para Pemuja Budaya | Breaktime
Pisang Merah atau Rathambala
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Lima Lokasi Wajib Snorkeling di Karimun Jawa

Queen of the Sea Line

Ini adalah sebuah jalur kereta api pesisir yang ada di wilayah Colombo, Sri Lanka. Kereta yang melintas di jalur ini akan disuguhkan dengan pemandangan pesisir pantai, air laut, dan deburan ombak. Di sisi lainnya, terdapat hotel-hotel di Galle Road. Hotel ini dibangun di spot terbaik untuk menikmati sunset.

Hanya saja, ketika dibawa ke beberapa tahun silam, tepatnya pada 26 Desember 2004, jalur kereta ini memiliki korban jiwa sebanyak 1.700 jiwa karena sapuan gelombang tsunami. Gelombang tersebut dulunya mencapai 7,5 sampai 9 meter tingginya.

Pettah Market

Sebuah pasar tradisional dimana Anda bisa menemukan pisang merah khas Sri Lanka. Belum ke Sri Lanka kalau belum mencicipi pisang merah. Tak hanya itu, Pettah Market seolah menjadi nadi kehidupan di Sri Lanka. Tepat di depan pasar ini melintas The Fort Railway Station yang menjadi transportasi favorit kedua setelah tuk-tuk.

Kembali lagi pada pisang merah. Buah ini memiliki sebutan lain yaitu rathambala dalam bahasa Sinhalese. Di Pettah Market, pisang merah ini dijual seharga 30 rupee atau sekitar Rp 3 ribu.

Sri Lanka & Suguhan Untuk Para Pemuja Budaya | Breaktime
Sigiriya (Wikipedia.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ninh Binh, Eksotisme Di Balik Misteri Pulau King-Kong

UNESCO World Heritage

Siapa yang menyangka bahwa ternyata Sri Lanka punya banyak bangunan bersejarah dan terdaftar sebagai situs warisan dunia menurut UNESCO. Pertama adalah The Cave Temple. Menariknya adalah gua ini berada pada ketinggian 180 meter dan memaksa pengunjungnya untuk hiking. Ketika sampai di puncak gua, Anda akan diminta untuk melepas alas kaki sebelum masuk gua yang luas, temaram, dan syahdu.

Selanjutnya adalah kota kuno Sigiriya. Ini adalah sebuah kota yang menjadi situs sejarah paling banyak dikunjungi wisatawan. Sigiriya dalam bahasa Sinhalese berarti lion rock yang merupakan istana kuno dan benteng di Distrik Matale dekat kota Dambulla. Istana ini berjaya pada masa Raja Kasyapa.

Sri Lanka juga punya bangunan-bangunan bersejarah lain di Negombo. Ada banyak kuil Hindu dan Buddha. Ada tujuh masjid di sana dan salah satunya adalah yang tertua di Sri Lanka, yaitu Kamachchoda. Sisa-sisa kolonialisme Belanda juga bisa Anda temui di sana. Gereja Katedral St. Mary rupanya jadi saksi sejarah panjang penduduk Sri Lanka yang beragama Katolik Roma.

Stilt Fisherman khas Sri Lanka (pinterest.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sosok Belanda Di Balik Cantiknya Kebun Raya Bogor

Tradisi Masyarakat

Sri Lanka merupakan koloni Kerajaan Inggris. Hingga saat ini, tradisi Inggris terus terbawa oleh masyarakat Sri Lanka. Tradisi minum teh hitam dengan susu hangat dan gula adalah satu hal yang masih dilakukan. Apalagi sensasinya akan lebih nikmat ketika Anda menyeruput teh ceylon pada sore hari.

Tak hanya dalam urusan kuliner, Sri Lanka yang mayoritas penduduknya adalah nelayan juga memiliki tradisi yang unik saat memancing. Sebuah teknik memancing tradisional Sri Lanka masih dilakukan di sana. Teknik itu disebut dengan stilt fisherman atau nelayan panggung. Mereka akan mendirikan tiang-tiang kayu setinggi 2 meter di atas dasar laut. Kemudian para nelayan duduk atau bahkan berdiri di palang kayu tiang-tiang itu.

Budaya Sri Lanka memang benar-benar langka dan tak akan Anda temui di negara manapun. Jadi, rasanya bukan pilihan yang salah jika Anda memilih Sri Lanka untuk jadwal explore selanjutnya. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE