Sosok Wanita Indonesia, Pelatih Skydiving Dunia | Breaktime
Sosok Wanita Indonesia, Pelatih Skydiving Dunia
02.09.2017

Perempuan ini bernama Naila Novaranti, umurnya baru 36 tahun. Namanya tidak setenar selebritis di Indonesia. Ia pun tidak mencari ketenaran. Dia hanya fokus untuk membiayai keluarga. Penampilannya tidak berlebihan. Makeup sederhana sudah cukup baginya. Tubuhnya tidak dipenuhi dengan perhiasan yang gemerlap atau tas dan sepatu yang berharga puluhan juta.

Namun, cerita soal pengalaman dan karirnya membuktikan bahwa kemampuannya justru lebih mahal dari sekedar tas dan perhiasan.

Naila diterima sebagai staf pemasaran Aerodyne sekitar 11 bulan yang lalu. Aerodyne adalah produsen peralatan terjun payung kelas atas di dunia. Ibarat mobil, Aerodyne adalah Mercedez-nya penerjun dunia. Bisa dibilang perusahaan terkemuka B’timers. Aerodyne membagi pasarnya menjadi dua, sipil dan militer. Wanita tangguh asal Indonesia ini uniknya bertanggung jawab atas penjualan produk Aerodyne di kalangan militer.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Penggalian Ulang Makam Tokoh-tokoh Ternama Dunia

Naila bercerita, saat bergabung dengan perusahaannya itu, ia masih buta tentang terjun payung. Tapi keinginannya untuk belajar amat tinggi. Sebagai orang pemasaran, tentu Naila harus memahami seluk beluk dari tiap produk yang ia jual. Dimulailah rasa cintanya dengan dunia terjun payung. Terutama freefall tumbuh. Tidak cuma belajar soal spesifikasi produk, ia juga nekat untuk belajar olahraga yang dibilang tidak umum ini. “Waktu itu ditawari, mau belajar terjun nggak. Saya langsung mau saja,” tambahnya. Naila belajar freefall di salah satu kantor tempatnya bekerja di Florida, Amerika Serikat. Florida telah menjadi kota yang terkenal dengan terjun payungnya. Tidaklah mengagetkan jika Naila bisa terjun hingga 10 kali per hari. Tak ayal juga kemampuan terjunnya bisa dibilang sangat baik.

Sosok Wanita Indonesia, Pelatih Skydiving Dunia | Breaktime
Sosok Naila Novaranti yang ternyata seorang pelatih terjun payung.

Akhirnya, ketika Naila telah memegang posisi Manajer Pemasaran untuk produk militer, perusahaan meminta Naila untuk ikut melatih kesatuan-kesatuan militer yang juga merupakan kliennya. Naila mendemonstrasikan produk yang ia jual, hingga melatih pemakaiannya secara langsung.

“Saya tidak bisa sebut kesatuan (militer) mana yang jadi pelanggan kita. Yang jelas, ada 46 negara yang saya latih,” ungkap ibu tiga putera ini. Walau tak menyebut kesatuan secara spesifik, Naila menyebut pasukan yang ia latih banyak yang berasal dari pasukan elit dunia.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Terkuak Sebab Kursi Pesawat Berwarna Biru!

Tidak pernah ada complain dari satuan yang Naila latih, begitu juga perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan bahkan memintanya menjadi seorang pencari bakat atau talent scout.

“Kami punya beberapa tim terjun yang membawa nama perusahaan ikut kompetisi terjun dunia. Saya kebagian untuk mencari orang-orang yang punya bakat itu,” ujarnya sambil menyebut beberapa nama. Tidak cuma sebagai Manajer Pemasaran, pelatih, dan Talent Scout, Naila juga memiliki tim terjun payung yang sudah memiliki banyak prestasi di dunia. Salah satu prestasinya, Simba Maret lalu menjadi juara 1 di kompetisi indoor skydiving Shamrock Showdown di Amerika Serikat.

Sosok Wanita Indonesia, Pelatih Skydiving Dunia | Breaktime
Salah satu aksi Naila Novaranti.

Tim Simba bahkan tercatat bertengger di peringkat tiga besar dunia terjun freefall kelas AA. Meskipun tempatnya bekerja sangat jauh dari tanah air, Naila tidak pernah berpikir untuk memindahkan keluarganya ke Amerika. Baginya Indonesia negara yang sangat nyaman untuk ditinggali.

“Saya tidak bisa hidup terlalu lama di sana (Amerika Serikat). Saya ini orang Indonesia banget, tidak bisa kalau tidak ketemu sambal dan nasi,” katanya.

Perusahaan tempatnya bekerja tidak pernah memaksa Naila untuk menetap di Florida. Naila pun lebih memilih bolak-balik Florida-Tangerang, daripada harus menetap di sana. “Saya tiap bulan sekitar satu minggu ke Amerika Serikat, kemudian balik ke rumah,” tambahnya.

Tentang harga produknya, Naila menilai biaya yang biasanya dikeluarkan jika sudah terbang di ketinggian belasan ribu meter di atas permukaan laut itu terbilang cukup besar. Untuk memiliki sebuah parasut yang bisa digunakan, skydiver harus mengeluarkan uang sekitar US$8000 hingga US$15ribu atau setara dengan Rp106 juta hingga Rp199juta.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
5 Cara Berburu Tiket Murah Tanpa ke Travel Fair

“Itu hanya parasutnya. Kalau pilih warna biasanya dikenai biaya US$50, atau US$300 untuk pasang tulisan di parasut,” kata Naila.

Itu hanya salah satu kelengkapan terbangnya, perlengkapan dasar lainnya juga mesti ditebus dengan pecahan dollar. Jumpsuit paling basic yang biasanya dibanderol seharga US$450. Belum lagi altimeter, gogles, atau helm. “Kalau untuk sepatu tidak ada sepatu khusus,” ujarnya.

Bagi B’timers yang ingin merasakan sensasi skydiving, Naila mengatakan, harus mendaftarkan diri terlebih dulu ke Federasi Aero & Sport Indonesia (FASI). Jika sudah bergabung, nantinya jadwal latihan akan ditentukan oleh pihak FASI.

“Biayanya sekitar Rp20juta untuk sepuluh kali loncat. Lumayan 50-60 second di atas,” kata Naila.

Bagaimana B’timers, apa Anda tertarik untuk mencoba skydiving seperti Naila? Jangan ragu unutuk mencoba ya.



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE