Sosok Belanda Di Balik Cantik Kebun Raya Bogor | Breaktime
Sosok Belanda Di Balik Cantiknya Kebun Raya Bogor
16.05.2017

Bogor yang terkenal dengan sebutan Kota Hujan rasanya tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Sebutan Kota Hujan diberikan karena letak Bogor secara geografis selalu dirundung hujan sekalipun saat sedang musim kemarau. Meski begitu, sebuah kota kecil yang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat ini terletak di dataran tinggi. Itulah yang menjadi daya tarik utama, udara yang sejuk dan suasana kota yang tidak terlalu ramai.

Kawasan Bogor memiliki banyak sekali tempat wisata yang populer. Sebut saja Puncak dan Kebun Raya Bogor atau Bogor Botanical Garden. Lokasi Kebun Raya Bogor ini berada di tengah kota, sekitar 60km di selatan Jakarta. Area kebun raya ini seluas 87 hektar. Semakin hari, pengunjungnya semakin banyak. Ini karena Kebun Raya Bogor jadi tempat paling tepat untuk berwisata dengan keluarga, ngadem, dan lebih dekat dengan alam.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
6 Peradaban Kuno Yang Tak Banyak Diketahui

Tapi, tahukah Anda siapa yang paling berjasa dalam pengembangan Kebun Raya Bogor? Kapan kebun ini dibuka untuk umum? Dan apa saja yang tidak banyak diketahui di balik taman yang sangat luas ini? Penasaran, kan? Simak saja ulasannya berikut ini.

Tepat 26 Desember 1851 lahir seorang bayi laki-laki yang diberi nama Melchior Treub. Singkatnya ia tumbuh dewasa dan sukses menjadi seorang doktor. Sampai akhirnya ia dikenal dengan Dr. Melchior Treub yang ternyata merupakan seorang ahli botani berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1880 – 1909, dirinya menjabat sebagai direktur Kebun Raya Bogor. Ia menuntaskan studi doktoralnya di Universitas Leiden pada 1873. Setelah itu, ia melakukan penelitian botani di daerah tropis dan Indonesia yang paling membuatnya tertarik.

Sosok Belanda Di Balik Cantik Kebun Raya Bogor | Breaktime
Dr. Melchior Treub
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Filosofi Di Balik Simbol Cicak Dan Payudara

Museum Zoologicum Bogoriense yang sekarang bisa Anda nikmati merupakan hasil pembangunan saat Treub menjabat sebagai direktur. Pada tahun 1884, Treub juga mendirikan Lembaga Penelitian Botani atau yang lebih dikenal dengan Lembaga Botani Umum Treub. Tak hanya Bogor yang jadi sasarannya, Treub juga membangun Lembaga Penelitian Laut di Jakarta pada tahun 1904 dan sebuah laboratorium yang sekarang ini dikenal dengan nama Laboratorium Treub. Kerennya lagi, ternyata Treub juga termasuk salah satu yang berperan dalam pembangunan Monas. Yap, Treub adalah orang yang menggagas tata ruang lapangan Koningsplein atau silang monas.

Di bawah kepemimpinannya kala itu, Treub sukses mengatasi masalah penyakit pada tanaman seperti coffee-leaf fungal disease dan sereh-disease. Taman ini pun juga seringkali dikunjungi oleh ahli botani dan ahli biologi dari berbagai negara untuk melakukan penelitian. Keterbatasan lahan pun akhirnya dialami oleh Treub pada masa itu, karena bertambahnya koleksi tanaman. Itulah sebabnya taman diperpanjang hingga ke timur Sungai Ciliwung.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Filosofi Di Balik Pernikahan Hantu Keturunan China

Hingga pada tahun 1905, Treub memimpin sebuah departemen baru yang jadi awal terbentuknya Departemen Pertanian di Indonesia. Ia menjadi peneliti paling terkenal dalam bidang morfologi tumbuhan tropika yang hanya ada di Indonesia. Jasa-jasa Treub untuk bidang pertanian di Indonesia rasanya patut diacungi jempol. Tak heran jika namanya dijadikan sebagai nama marga lumut Treubia dan marga jamur Melchioria.

Treub sepertinya benar-benar tahu bahwa negeri ini memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Ia pun sukses memajukan Kebun Raya Bogor di bawah kepemimpinannya. Hasilnya bisa Anda lihat dan nikmati seperti sekarang ini. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE