Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun
05.11.2016

Siem Reap. Kota di bagian utara Kamboja ini mungkin belum terlalu akrab di telinga B'timers. Namun Seam Reap memiliki destinasi wisata unggulan sekaligus simbol negara Kamboja, yaitu Angkor Wat.

Meskipun bukan termasuk kota besar seperti ibukota Kamboja di Phnom Penh, namun Siem Reap banyak dikunjungi wisatawan lokal dan asing. Tujuan mereka sudah pasti satu tempat, Angkor Archaeological Park, lokasi Angkor Wat.

Saya menuju Siem Reap dengan transportasi darat berupa sleeper bus dari Phnom Penh yang ditempuh dalam waktu sekitar tujuh jam. Saya memilih perjalanan tengah malam dari Phnom Penh untuk menghemat biaya penginapan karena bisa tidur selama perjalanan.

Selain naik bis dari Phnom Penh, B'timers juga bisa naik pesawat ke Siem Reap dari beberapa ibukota negara ASEAN, seperti Kuala Lumpur, Bangkok, dan Ho Chi Minh City (Saigon). Terdapat sejumlah maskapai budget dengan harga tiket one-way di kisaran Rp 500 ribu.

Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Siem Reap Night Market, pusat souvenir dan kuliner di malam hari

Saat tiba di Siem Reap, saya tak menyangka kota kecil ini sangat rapi, bersih, dan terlihat nyaman sebagai tempat singgah. Terdapat deretan penginapan dari kelas backpacker hingga bintang empat di sekitar night market.

Ketika siang, kawasan ini terlihat cukup sepi karena mayoritas wisatawan berkunjung ke Angkor Wat. Namun pada sore hingga malam, suasana sangat ramai dengan bar, cafe dan restoran yang penuh dengan wisatawan asing.

Untuk kuliner, B'timers penggemar street food akan dimanjakan oleh berbagai makanan khas Kamboja yang sedikit banyak merupakan perpaduan citarasa Thailand food dan Vietnam food. Bagi wisatawan muslim, jangan khawatir karena banyak pilihan halal food, terutama di sekitar kampung muslim dimana juga terdapat sebuah masjid.

Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Menikmati Angkor Wat di saat low season, tidak terlalu penuh wisatawan

Bagaimana dengan transaksi pembayaran? Sama dengan Phnom Penh, di sini semua pembayaran menerima mata uang dolar Amerika. Karena itu, B'timers harus menyiapkan uang dolar tunai selama di Kamboja. Bila kehabisan dolar, B'timers bisa tarik tunai di ATM.

Selama di Siem Reap, saya menginap di Onederz Bakcpackers Hostel yang hanya berjarak lima menit jalan kaki dari Siem Reap Night Market. Hostel ini sangat nyaman dengan berbagai fasilitas mulai dari free wifi, common room dengan saluran tv kabel, hot shower, dan cafetaria 24 jam.

Saya menuju kawasan Angkor Wat pada hari kedua di Siem Reap. Saya sengaja berangkat pagi-pagi karena best time to visit Angkor Wat adalah sebelum matahari terbit. Pemandangan sunrise di Angkor Wat identik dengan refleksi bayangan candi berusia hampir 1000 tahun ini pada kolam di depan area candi.

Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Candi-candi di kawasan Angkor Wat telah berusia ratusan hingga ribuan tahun

Cara termudah menuju Angkor Wat bila Anda liburan ala backpacker adalah dengan sewa tuk-tuk. Sepeda motor yang sudah dimodifikasi ini akan membawa Anda ke lokasi ticket counter Angkor Wat. Ada tiga jenis tiket masuk Angkor Wat, yakni tiket terusan sehari, dua hari, dan tiga hari dengan harga mulai USD 20.

Tidak perlu beranjak pergi dari Angkor Wat setelah matahari mulai naik karena inilah saat paling tepat untuk menjelajah bagian dalam Angkor Wat. Ribuan relief Hindu dan Buddha masih terlihat jelas di hampir seluruh bagian candi kuno ini. Pada bagian dalam, terdapat sejumlah kolam dan altar dengan tangga untuk naik ke puncak.

Setelah puas menjelajah tiap sudut Angkor Wat, tuk-tuk akan membawa B'timers ke candi bersejarah berikutnya, yaitu Bayon Temple. Dalam satu hari, kita bisa menjelajah empat sampai lima candi. Saya sendiri dalam sehari bisa menjelajah Angkor Wat, Bayon Temple, Ta Prohm, dan Banteay Srei.

Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Menjelajah kawasan Angkor Wat dengan tuk-tuk, alat transportasi khas Kamboja

Akomodasi

Bagi kalangan backpacker, hostel adalah pilihan terbaik dengan harga mulai 7 USD per malam. Pilih lokasi hostel di sekitar Siem Reap Night Market karena dekat dengan pusat perbelanjaan, souvenir, dan kuliner.

Siem Reap, Bekas Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun | Breaktime
Sate ular, salah satu kuliner ekstrem khas Kamboja di Siem Reap

Kuliner

Menu kuliner Siem Reap hampir sama dengan Phnom Penh, perpaduan Thailand dan Vietnam. Untuk wisatawan Muslim, pilihan rumah makan halal ada di Kampung Muslim. Bagi yang suka kuliner ekstrim, bisa coba "sate ular goreng" yang bisa didapatkan di night market dengan harga 1 USD per tusuk.

Transportasi

Selama di Siem Reap saya menggunakan tiga moda transport: bus, tuk-tuk, dan pesawat terbang. Bus dari Phnom Penh ke Siem Reap seharga 15 USD, tuk-tuk selama tiga hari seharga 20 USD. Tips: Sewalah tuk-tuk yang sama mulai tiba di Siem Reap, menjelajah Angkor Wat, dan pulang (bandara atau terminal bis) karena lebih murah.

Budget

Dengan hitungan hostel dua malam di Siem Reap 14 USD, transportasi (exclude pesawat) 35 USD, serta belanja makan dan souvenir kurang lebih 20 USD, maka siapkan dana kurang lebih 70 USD selama tiga hari dua malam di Siem Reap. (za)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE