Keunikan Upacara Labuhan Keraton Yogyakarta | Breaktime
Seribu Keunikan Upacara Labuhan Keraton Yogyakarta
02.12.2016

Yogyakarta memang terkenal dengan keunikan adatnya yang hingga kini masih terjaga. Salah satunya yang dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta. Namanya upacara Labuhan yang diadakan setiap tahunnya.

Bagaimana sejarah upacara Labuhan?

Upacara Labuhan ini adalah sebuah kegiatan memberi sesaji atau persembahan pada roh halus yang menguasai suatu tempat. Tujuan dari upacara Labuhan ini adalah untuk keselamatan Sri Sultan, keraton, dan rakyat Yogyakarta.

Awalnya upacara ini dilakukan oleh kerabat keraton Yogyakarta sehari setelah Pangeran Mangkubumi dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Hingga saat ini upacara Labuhan terus dilaksanakan.

Keunikan Upacara Labuhan Keraton Yogyakarta | Breaktime
Upacara Labuhan abdi dalem keraton di Parangtritis

Dimana tempat pelaksanaannya?

Menariknya dari upacara ini adalah dilaksanakan di empat lokasi yang berbeda.

  1. Dlepih : Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
  2. Parangtritis : Pantai Selatan Yogyakarta
  3. Puncak Gunung Lawu : perbatasan Surakarta dan Madiun
  4. Puncak Gunung Merapi : wilayah Sleman

Kapan diadakan upacara ini?

Upacara ini pun juga diadakan untuk beberapa hari penting masyarakat Yogyakarta. Pertama adalah pada saat penobatan Sri Sultan. Kedua adalah sebagai peringatan hari ulang tahun penobatan Sri Sultan yang disebut dengan Tingalan Panjenengan atau Tingalan Jumenengan. Ketiga sebagai peringatan hari windo hari ulang tahun penobatan Sri Sultan yang dilakukan setiap delapan tahun atau windu.

Keunikan Upacara Labuhan Keraton Yogyakarta | Breaktime
Upacara Labuhan di Gunung Merapi

Bagaimana pelaksanaannya?

Sebelum diadakan upacara Labuhan, akan ada persiapan yang dilakukan selama 3 hari. Pada saat pelaksanaan upacara Labuhan sendiri terdiri atas empat tahap, B’timers yaitu pembuatan jladren atau adonan kue apem, pembuatan apem, upacara di keraton, dan upacara Labuhan.

Tahukah Anda siapa yang membuat adonan kue? Yup, para puteri keraton yang sudah tua namun masih perawan. Ada dua jenis kue apem yang dibuat, yaitu apem biasa dan apem Mustoko. Apem biasa dibuat sejumlah 240 buah, sedangkan apem Mustoko dibuat hanya 40 buah karena memiliki diameter sepanjang 20cm atau satu jengkal tangan pria dewasa.

Menarik sekali kan B’timers upacara Labuhan khas keraton Yogyakarta. Hebatnya upacara adat ini masih bertahan hingga saat ini, lho B’timers! Wah, keren! (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE