Sejarah Pulau Wakatobi Menambah Keindahannya | Breaktime
Sejarah Pulau Wakatobi Menambah Keindahannya
26.11.2017

Kecantikan setiap wilayah di Indonesia memang tak lepas dari sejarahnya di masa lampau. Salah satunya adalah Wakatobi. Sebuah kepulauan nan cantik di Sulawesi Tenggara ini begitu melekat di benar para pelancong. Wisata alam lautnya tak ada yang bisa menandingi. Meski memiliki wilayah laut yang lebih luas di bandingkan dengan daratannya, Wakatobi tak hanya mengandalkan destinasi alam lautnya saja. Ada sejarah pulau Wakatobi yang harus dipelajari, masyarakatnya, dan kebudayaan yang masih terjaga hingga saat ini.

Ada dua tradisi yang paling terkenal di Kepulauan Wakatobi ini. Salah satunya baru saja digelar minggu lalu pada 11 – 13 November 2017. Wakatobi Wonderful Festival and Expo atau Wakatobi Wave 2017 berlangsung di Pelabuhan Panggulubelo di Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ini adalah sebuah parade yang menampilkan barisan tokoh adat, kontingen budaya masing-masing pulau, rombongan penari Lengko, karnaval kostum pesisir, dan juga kendaraan hias Pesona Indonesia.

Para tetua adat terlihat berjalan di barisan depan lengkap dengan pakaian adat dengan tongkat dan tombak. Pemuda dan pemudinya juga turut serta dengan menggunakan beragam kostum bahari yang melambangkan kekayaan biota laut Wakatobi. Tak hanya parade budaya, para putra-putri Wakatobi juga menampilkan tarian kolosal, yang merupakan perpaduan dari 4 wilayah Wakatobi, yaitu Tari Lengko, Tari Lariangi, Tari Sajo Moane, dan Tari Balumpa. Festival ini merupakan simbol bahwa masyarakat Wakatobi berkomitmen untuk menghargai dan menjaga kekayaan budaya bahari yang menjadi andalan mereka.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Liburan Ke Rote, Kunjungi 10 Destinasi Cantik Ini

Wakatobi juga punya satu tradisi lagi, yang disebut dengan Kabuenga. Ritual ini rupanya menjadi sarana mempertemukan muda-mudi untuk bisa saling mengenal dan menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Kabuenga sendiri berarti ayunan.

Tradisi ritual Kabuenga yang dianggap mengandung nilai-nilai sakral oleh masyarakat Wakatobi. Di masa lampau digelar sekali dalam setahun, yakni pada setiap usai merayakan Hari Raya Idul Fitri. Para tetua adat memilih perayaan hari Raya Idul Fitri sabagai memonentum paling tepat menggelar tradisi Kabuenga karena pada hari besar umat Islam itu, masyarakat Wakatobi yang merantau di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri, pulang kampung atau mudik lebaran.

Sejarah Pulau Wakatobi Menambah Keindahannya | Breaktime
Putra-putri Wakatobi bekerja sama menjaga budaya mereka (roselinde.me)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Matsusaka : Wilayah Paling Tenang Di Jepang

Dua tradisi masyrakat Wakatobi masih terus dilakukan hingga saat ini. Sebelum tradisi ini dilakukan tentu saja ada sejarah Pulau Wakatobi yang perlu diketahui. Jadi tak hanya adat dan budayanya saja. Ketika liburan ke sana, B’timers bisa berbincang dengan masyarakatnya dan belajar tentang banyak hal di Wakatobi.

Sebelum menjadi daerah otonom, Kabupaten Wakatobi lebih dikenal dengan sebutan Kepulauan Tukang Besi. Pada masa sebelum kemerdekaan Wakatobi berada di bawah kekuasaan Kesultanan Buton. Setelah Indonesia Merdeka dan Sulawesi Tenggara berdiri sendiri sebagai satu provinsi, wilayah Wakatobi hanya berstatus beberapa kecamatan dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Buton. Selanjutnya sejak tanggal 18 Desember 2003 Wakatobi  resmi ditetapkan sebagai salah satu kabupaten pemekaran di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Liburan Sehari Di Kupang, Mampir Kesini Saja!

Nama Wakatobi sendiri sebenarnya adalah singkatan dari wilayah keseluruhan kepulauan ini. Karena karakteristiknya berupa kepulauan, Wakatobi memiliki empat pulau besar yang juga menjadi kecamatan, yaitu Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko. Empat gugusan pulau ini jadi nama untuk keseluruhan kepulauannya yang indah.

Jadi, itulah sejarah Pulau Wakatobi yang kini jadi wilayah paling dicari oleh wisatawan dunia. Sebagai salah satu dari wisatawan, mari kita jaga Wakatobi agar selalu menjadi kepulauan di Indonesia yang dicintai. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE