Sadisnya Ritual Penti Masyarakat Wae Rebo | Breaktime
Sadisnya Ritual Penti Masyarakat Wae Rebo
20.02.2017

Siapa yang tak bangga dengan Indonesia? Kita semua pasti bangga menjadi bagian dari negeri yang indah ini. Benar, kan B’timers? Negara meritim dengan keindahan alam bawah laut yang menakjubkan sudah bukan rahasia umum lagi. Tetapi tidak hanya lautnya yang cantik, Indonesia juga punya destinasi alam lainnya seperti danau, air terjun, dan gunung. Hampir semua jenis destinasi ada di sini. Mulai dari taman bermain sampai dengan gunung bersalju.

Dari Sabang sampai Merauke Anda pasti bisa menemukan berbagai destinasi yang Anda inginkan. Namun, tak hanya destinasi alamnya, Indonesia juga mempunyai keberagaman suku dan budaya. Salah satu yang harus B’timers kenali adalah sebuah ritual di Flores. Tepatnya adalah sebuah kebudayaan milik masyarakat Manggarai yang terus dipertahankan sejak dulu. Masyarakat ini hidup di desa Wae Rebo yang terkenal dengan sebuah perkampungan dengan rumah adat yang unik di atas bukit.

Sadisnya Ritual Penti Masyarakat Wae Rebo | Breaktime
Ritual Penti khas Wae Rebo (Photo by menujutimur.com)

Penti, adalah sebuah tradisi atau upacara adat yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang didapat dan sebagai upacara perayaan tahun baru masyarakat Wae Rebo. Tak hanya itu, upacara Penti juga dijadikan alat untuk menciptakan perdamaian dan kerukunan antar warga.

Upacara ini sudah menjadi tontonan yang menarik untuk para wisatawan domestik maupun mancanegara. Waktu terbaik untuk datang ke Wae Rebo dan menyaksikan upacara Penti adalah pada pertengahan bulan November.

Penti dilakukan sejak pukul 6 pagi dan dipusatkan di tiga tempat. Tempat pertama adalah di mata air yang menunjukkan awal dari kehidupan. Kemudian mereka akan berpindah ke teras depan desa untuk memanjatkan doa yang ditujukan pada wanita yang suaminya tinggal di luar desa. Setelah itu, mereka akan pergi ke halaman belakang dan berdoa untuk meminta kesehatan dan kemakmuran bagi seluruh warga desa.

Di puncak acara, akan dilakukan korban dua ekor babi. Nah, darah babi yang disembelih ini dipercaya mampu membaca dan meramalkan masa depan. Di akhir upacara, inilah hal yang ditunggu-tunggu dan cukup ekstrem, yaitu para warga akan kembali ke halaman pengadilan untuk menyaksikan tarian Caci.

Sadisnya Ritual Penti Masyarakat Wae Rebo | Breaktime
Tarian Caci jadi tontonan yang cukup mengerikan (Photo by scholarships.travel)

Tarian ini menunjukkan dua pemain dengan menggunakan pakaian adat khas Manggarai dan membawa cambuk serta tameng. Ketika alunan musik mulai menggema dan mengiringi tarian ini, sesekali para pemain akan melakukan cambukan dengan pemain lainnya. Nah, tarian Caci ini merupakan tarian perang masyarakat Manggarai. B’timers pasti akan merasa ngeri, tetapi kalau Anda melihat para pemainnya akan sangat riang meski tubuhnya sudah berdarah-darah.

Sebenarnya, tari Caci bukanlah penutup dari acara. Masih ada acara lagi yaitu Sanda yang merupakan nyanyian tanpa henti tanpa diiringi oleh musik. Upacara Penti ini dilakukan selama satu malam penuh. Saat Anda sedang  berlibur ke Wae Rebo pada upacara ini diselenggarakan, Anda akan mendengar gema suara musik, dentuman cambuk, dan nyanyian tanpa henti di bukit dan gunung yang mengelilingi desa ini. Desa yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl ini memang sangat dekat dengan alam dan masih sangat memegang teguh adat istiadat leluhur mereka. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE