Ritual Meminta Hujan Suku Kaili yang Unik | Breaktime
Ritual Meminta Hujan Suku Kaili yang Unik
27.09.2016

Tak aka nada habisnya untuk membahas beragam jenis suku di Indonesia. Kekayaan budaya yang dimiliki tidak bisa dikalahkan oleh Negara lain. Salah satu suku yang memiliki cerita dan adat istiadat yang unik adalah Suku Kaili. Suku ini mendiami sebagian besar Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu.

Suku Kaili memiliki kebudayaan yang beraneka ragam seperti upacara adat, alat musik tradisional, dan kerajinan khas. Upacara adat yang dilakukan oleh suku Kaili bermacam-macam, salah satunya adalah upacara meminta hujan.

Upacara meminta hujan dikenal dengan nama Mora’akeke. Upacara ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan agar meredupkan sinar matahari yang menyebabkan kemarau panjang dan meminta untuk menambah deras air sungai Vuno yang mongering. Ritual yang dilakukan antara lain dengan menggunakan Topogimba, menyembelih tiga ekor kambing, babi, dan anjing serta menyiapkan Bayaha dan Vunja.

Ritual Meminta Hujan Suku Kaili yang Unik | Breaktime
Prosesi upacara adat Mora’akeke khas Suku Kaili

Topogimba merupakan dua orang penabuh gendang. Lalu, tiga ekor kambing disembelih di tepi sungai Vuno dan menghanyutkan darahnya ke air sungai. Daging kambingnya akan dimasak oleh warga. Setelah itu, menyembelih babi dan anjing di atas batang pisang dengan menghadap ke sungai atau Mora’abinangga. Anjing yang disembelih harus sampai putus kepalanya, sedangkan babi tidak sampai putus. Namun, harus diambil darahnya dan masih mengeluarkan suara.

Bayaha sendiri adalah seorang laki-laki yang berdandan seperti perempuan sebagai pemimpin upacara. Vunja adalah sebuah pohon buatan dihiasi dengan janur kuning yang disusun khusus dan ditancapkan ke tanah.

Itulah sekilas tentang suku Kaili asli Sulawesi Tengah yang memiliki upacara adat menghentikan musim kemarau dan meminta hujan turun dengan prosesi yang sangat unik. Semoga suku Kaili ini tetap bertahan di antara pesatnya perkembangan jaman sebagai warisan budaya Indonesia. (vpd)

Share This Article