Perjuangan Perempuan Lahat dengan Tari Gegerit | Breaktime
Perjuangan Perempuan Lahat dengan Tari Gegerit
14.10.2016

Perempuan Lahat, Sumatera Selatan memiliki tarian tradisional yang khas, namanya Tari Gegerit. Tarian ini menceritakan tentang perjuangan kaum perempuan dalam menghadapi penjajah pada masa penjajahan. Kata gegerit sendiri memiliki makna, yaitu lelah atau bisa juga berarti kaku. Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan gerakan pada tari Gegerit cenderung patah-patah dan kaku.

Kostum

Tari Gegerit dilakukan oleh beberapa penari perempuan. Mereka menggunakan pakaian adat tradisional Lahat berwarna merah marun. Pada bagian bahu terdapat kain songket yang melambangkan seperti sayap. Sedangkan di bagian kepala, para penari memakai hiasan seperti cempako, ayun-ayun, pilis, dan teratai.

Gerakan

Tarian ini telah dilakukan secara turun-temurun, namun saat ini dirasa sudah mulai punah. Meskipun begitu, masih ada beberapa komunitas yang terus melestarikan tarian tradisional ini yang juga diiringi oleh musik tradisional. Alat musik tradisional yang digunakan didominasi oleh alat musik pukul, seperti kenong, dol, dan gendang. Irama yang dihasilkan dari musik tersebut cenderung menghentak, karena menyesuaikan dengan gerakan tari Gegerit yang kaku dan patah-patah.

Perjuangan Perempuan Lahat dengan Tari Gegerit | Breaktime
Anggunnya penari Gegerit dari Lahat

Makna

Setiap kesenian tradisional di Indonesia memiliki makna dan maksud tersendiri. Seperti yang telah dikataan bahwa tari Gegerit memiliki makna tentang perjuangan melawan penjajah. Makna tersebut juga masih berlaku hingga saat ini, karena perempuan masih terperangkap oleh filsafat maskulinisme yang menjadikan mereka sebagai makhluk inferior di masyarakat.

Oleh karena itu, para generasi muda saat ini harus tetap berjuang dalam mengatasi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya, meskipun kondisi saat ini bukanlah keadaan berperang fisik melainkan perang budaya dan moral.

Jadi, sudah menjadi tugas wajib generasi muda, khususnya para pemuda di Lahat, Sumatera Selatan untuk terus melestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional daerah mereka. (vpd)

Share This Article