Penuh Haru, Ini Alkisah Batu Badaong dari Maluku | Breaktime
Penuh Haru, Ini Alkisah Batu Badaong dari Maluku
04.07.2017

Seperti yang kita ketahui jika Indonesia tak hanya kaya akan destinasi wisata yang cantik serta menawan dengan keindahan tiada tara, tetapi juga diselimuti dengan begitu banyak kisah dan juga legenda rakyat yang mendiami suatu kawasan. Yang menarik adalah, hingga kini cerita rakyat tersebut masih bisa Anda dengar secara turun temurun, lho, B’timers.

Nah, salah satu cerita rakyat yang menarik untuk diketahui adalah Kisah Batu Badaong yang berasal dari tanah Maluku, B’timers. Well, seperti yang telah Anda ketahui jika Maluku menyimpan ribuan destinasi yang menggiurkan. Namun di samping itu, juga tidak sedikit legenda mereka yang buktinya pun bisa kita lihat, lho. Untuk Anda yang belum pernah mendengar ceritanya, inilah Alkisah Batu Badaong!

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Siapa Sangka 4 Negara Ini Punya Tradisi Lebaran!

Batu Badaong merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari Maluku. Dan tak hanya dikenal dengan Cerita Batu Badaong, banyak masyarakat juga yang menyebutnya dengan Legenda Batu Belah, B’timers. Anda bahkan bisa mengunjungi destinasi di Maluku di mana tergeletak sebuah batu raksasa yang bagian tengahnya terbelah dengan begitu rapi, lho.

Penuh Haru, Ini Alkisah Batu Badaong dari Maluku | Breaktime
Di tengah keindahan ada legenda yang mengharukan

Alkisah di sebelah utara dari Kepulauan Maluku, yaitu di daerah Tobelo, tinggallah satu keluarga nelayan yang menempati rumah dengan dinding yang terbuat dari daun rumbia, B’timers. Sang ayah merupakan seorang nelayan, sementara istrinya hanya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Si sulung adalah anak perempuan yang bernama O Bia Moloku, dan adiknya, laki-laki, bernama O Bia Mokara.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Memaknai Euphoria Mudik Lebaran Di Indonesia

Ketika suatu hari sang ayah pergi melaut, sementara sang ibu pergi untuk berkebun. Kedua anak mereka tinggal di rumah dengan pesan yang diberikan oleh ibunda, yaitu mereka dilarang untuk memakan telur ikan yang ada di dapur mereka, B’timers. Alasannya adalah hal tersebut bisa membahayakan sang ayah yang tengah melaut.

Penuh Haru, Ini Alkisah Batu Badaong dari Maluku | Breaktime
Batu yang terbelah untuk menelan ibu yang murka

Setelah sekitar tiga jam berlalu, O Bia Moloku dan O Bia Mokara bisa menahan lapar. Namun tidak lama kemudian, O Bia Mokara mulai menangis dengan keras karena tak tahan lagi dengan lapar yang melilit. Dia meminta sang kakak untuk mengambilkan telur ikan yang ada di dapur. Pada awalnya, sang kakak tak mau memberikannya. Namun tangisan O Bia Mokara pun justru semakin menjadi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Asal Mula Kolak, Si Manis Pulau Jawa

Tak tahan dan merasa kasihan kepada sang adik, O Bia Moloku pun akhirnya mengalah dan memberikan telur ikan kepada adiknya. Tak lama setelah sang adik menghabiskan telur ikan, sang ibu pulang kembali ke rumah dengan membawa serta hasil kebun mereka. Ketika menggendong O Bio Mokara, sang ibu pun merasa sangat terkejut karena melihat sisa-sisa telur ikan di sela gigi putranya, B’timers.

Dikecewakan oleh putra yang sangat dikasihinya membuat sang ibu murka. Dia merasa sang suami tak akan mungkin selamat di lautan. Pesan yang diberikan kepada putra dan putrinya ternyata merupakan adat dan pantangan yang selama ini dipercaya oleh seluruh masyarakat. Jika melanggar, maka akan ada berita buruk yang menimpa pria yang tengah melaut.

Sang ibu lalu melarikan diri ke pesisir pantai, karena merasa sang suami tak mungkin lagi selamat karena pantangan yang telah dilanggar tersebut. Sementara itu, anak perempuannya pun lari mengejar sembari menggendong adiknya yang tengah menangis dengan keras. Namun tangisan dan juga teriakan si sulung untuk membuat ibu mereka kembali tak didengarkan oleh wanita yang tengah murka tersebut.

Pada detik terakhir sebelum wanita itu terjun ke lautan lepas, dia hanya mengatakan untuk memberikan susu dari daun katang-katang untuk anak bungsunya. Setelah itu sang ibu pun masuk ke dalam laut dan tak lama kemudian muncullah sebuah batu besar yang kelaur dari dalam laut. Dia menaiki batu raksasa tersebut dan memintanya untuk membuka mulut. Setelah itu hilanglah sang ibu di telan batu. (NO)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE