Panen Padi di Bone Lakukan Tradisi Adu Betis | Breaktime
Panen Padi di Bone Lakukan Tradisi Adu Betis
16.11.2016

Indonesia sepertinya tak akan kehabisan keunikan dalam bidang budaya. Ini dikarenakan Indonesia memiliki ribuan suku yang memiliki adat dan tradisinya masing-masing. Seperti yang ada di Bone, Sulawesi Selatan. Masyarakat mengenalnya dengan tradisi adu betis atau Mallannca.

Apa itu Mallannca?

Mallannca atau tradisi adu betis memang terkesan anarkis dan ekstrem. Permainan rakyat yang satu ini ternyata sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Permainan ini dilakukan secara turun-temurun dan digelar setiap warga Bone selesai panen.

Menariknya, sebelum permainan ini digelar para ibu di desa tersebut menyajikan makanan yang akan disantap bersama dengan para peserta adu betis dan juga para penonton.

Panen Padi di Bone Lakukan Tradisi Adu Betis | Breaktime
Warga lakukan adu betis yang cukup ekstrem sejak ratusan tahun lalu

Bagaimana aturan mainnya?

Tradisi adu betis ini tidak sembarang mengadu betis dengan lawan, tetap saja memiliki aturan yang jelas. Aturannya adalah dalam sekali putaran diikuti empat orang yang membawa dua lawan untuk masing-masing orang. Dua orang memasang kaki dan dua orang lainnya melakukan sepakan pada betis yang dilakukan tiga kali secara bergantian.

Permainan ini tidak hanya disukai oleh bapak-bapak, tetapi banyak juga anak muda yang ikut serta, bahkan polisi pun juga ikut bermain. Tak jarang ada orang yang keseleo, meraung kesakitan, dan terjatuh.

Meski begitu masyarakat tidak menyimpan dendam dan tetap memiliki rasa persaudaraan, karena tradisi ini semata-mata untuk menghormati para leluhur yang telah mewariskan Mallannca.

Panen Padi di Bone Lakukan Tradisi Adu Betis | Breaktime
Semua warga turun merayakan pesa panen dengan adu betis

Apa tujuan dilakukan adu betis ini?

Ada beberapa tujuan yang menjadi latar belakang tradisi ini. Pertama, tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Bone atas panen padi yang telah diberikan oleh Tuhan. Kedua, tradisi ini dilakukan untuk menguji kekuatan betis. Ketiga, sebagai sarana silaturrahmi warga untuk mempererat tali persaudaraan.

Hmmm... sepertinya memang cukup ekstrem, ya B’timers. Namun, bagaimanapun tradisi ini adalah salah satu keanekaragaman Indonesia yang unik dan harus dilestarikan. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE