Orang Cina Identik dengan Gila Kerja, Kenapa Ya? | Breaktime
Orang Cina Identik dengan Gila Kerja, Kenapa Ya?
05.09.2017

B’timers tentu sudah paham bahwa budaya kerja di Asia Timur terkenal dengan jam kerja yang panjang dan para pekerja yang pulang kantor dengan muka lesu kelelahan. Gambaran yang terlintas di benak Anda mengenai pekerja kantoran di Jepang ialah para pegawai yang berjejalan dalam kereta terakhir menuju ke rumah. Lebih parah dari Jepang, Cina bahkan terkenal sebagai negara dengan kasus kematian tertinggi sedunia akibat kelelahan bekerja. Separah itukah budaya workaholic di Cina?

Diperkirakan, sekitar 600.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat tekanan mental yang berkaitan dengan dunia kerja. Selain kematian, beberapa gangguan kesehatan seperti insomnia, lesu atau kehilangan gairah hidup, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, serta menurunnya kualitas kesehatan secara umum sehingga sulit menyembuhkan diri dari penyakit merupakan dampak lainnya dari tekanan kerja yang menyerang sebagian besar pekerja di Cina. Sebenarnya apa sih yang membedakan budaya kerja di Cina dengan negara lainnya di Asia bahkan di dunia?

Rupanya ada alasan logis di baliknya tingginya tekanan kerja di Cina. Dengan adanya pemerataan kesejahteraan sosial di Cina, hampir semua orang di Cina yang berkesempatan memiliki pekerjaan akan memiliki harapan untuk meningkatkan status sosialnya, salah satunya dengan bekerja lebih giat. Sejak muda, masyarakat Cina telah berkeinginan mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan cara yang paling realistis yang emreka ketahui, yakni dengan totalitas dalam bekerja. Uniknya, di Cina, barangsiapa yang berkenan untuk masuk bekerja pada saat akhir pekan dan hari libur nasional, seperti Hari Nasional dan Festival Musim Semi di Cina, akan mendapatkan upah hingga 3 kali lipat dari pendapatan semula pada hari biasa.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sosok Wanita Indonesia, Pelatih Skydiving Dunia

Dari 11 hari libur Nasional yang ada, setiap perkantoran diminta untuk menyediakan setidaknya 10 di antaranya sebagai hari libur bagi para pegawai mereka. Sayangnya, berdasarkan statistik, hanya 65 persen pekerja di Cina yang memanfaatkan seluruh jatah liburan mereka. Periode libur panjang yang bisa berlangsung hingga seminggu penuh seperti itu tentunya dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pekerja di Cina untuk menghabiskan jatah libur mereka dengan tetap bekerja. Bayangkan jika dalam 7 hari dalam sepekan penuh libur panjang Anda tetap masuk kerja, Anda akan mendapatkan gaji 3 kali lipat setiap harinya. Kebijakan yang sudah umum diberlakukan di setiap perkantoran di Cinta tersebut tentunya menjadi salah satu faktor pendorong tingginya budaya kerja di Cina.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Penggalian Ulang Makam Tokoh-tokoh Ternama Dunia

Tak hanya itu, rendahnya kualitas jaminan kesejahteraan sosial oleh Pemerintah Cina juga mengakibatkan banyak warga menjadi gila kerja. Ditambah lagi dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh wilayah Cina menyebabkan peningkatan harga kebutuhan pokok hingga hunian. Artinya, penduduk Cina pun bersaing meningkatkan kesejahteraan hidup mereka melalui bekerja sekeras mungkin dengan cara mengabdikan sebagian besar waktu hidupnya untuk bekerja. 

Orang Cina Identik dengan Gila Kerja, Kenapa Ya? | Breaktime
Para pekerja di Cina tak keberatan berjejalan di kereta dalam perjalanan ke kantor

Terakhir, budaya tradisional di Cina juga kental akan sikap patuh, bertanggung jawab, bijak, rajin, dan ramah yang diharapkan dari setiap individu kepada keluarga dan bangsanya. Paradigma seperti itu telah mendarah daging dan masih mengakar kuat hingga saat ini di Cina dan menyebabkan mereka secara tidak sadar menjadi workaholic sebagai salah satu upaya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Tak hanya terkenal di dalam negeri saja, budaya workaholic tersebut telah melekat kuat pada bangsa Cina bahkan para generasi muda yang berkuliah di luar negeri sekalipun.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Filosofi Di Balik Pernikahan Hantu Keturunan China

Meski semangat kerja para penduduk Cina dapatv Anda jadikan inspirasi, B’timers tentunya perlu waspada untuk tidak mentah-mentah meniru budaya kerja yang ketat di Cina. Selain karena dampak negatifnya yang cukup banyak terhadap kondisi fisik, budaya workaholic semacam itu juga tidaklah ideal bagi pola hidup sehat karena sangatlah tidak seimbang untuk menghabiskan sebagian besar waktu hidup hanya untuk beekrja saja. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE