Nyiramkeun, Tradisi Sucikan Pusaka di Majalengka | Breaktime
Nyiramkeun, Tradisi Sucikan Pusaka di Majalengka
11.08.2016

Dari tanah Majalengka, ada tradisi unik yang masih dijalankan hingga saat ini, lho, B’timers. Yaitu Tradisi Nyiramkeun. Saat tradisi ini digelar, ratusan warga dari berbagai daerah di Majalengka akan datang dan rela berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan tradisi ini. Hmm, sebenarnya apa, sih, yang spesial dari kebiasaan ini, ya, B’timers?

Nyiramkeun, Tradisi Sucikan Pusaka di Majalengka | Breaktime
Air ini yang akan dijadikan pembersih benda pusaka

Tradisi membersihkan pusaka kerajaan

Ya, Nyiramkeun adalah satu tradisi yang dilakukan warga Majalengka untuk membersihkan benda-benda pusaka dari Kerajaan Talaga Manggung, B’timers. Acara ritual ini digelar di satu desa paling terpencil di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Berjarak sekitar 10 km dari pusat kota, untuk menuju titik ini, Anda harus melalui jalur yang cukup ekstrem, lho, B’timers.

Karena desa ini pada zaman dahulu termasuk ke dalam wilayah Kerajaan Talaga, tak heran di sini masih tersimpan banyak benda pusaka peninggalan kerajaan. Tradisi Nyiramkeun digelar antara tanggal 13 a- 20 bulan Safar, pada penanggalan Sunda, B’timers. Lokasinya di Makam Kosambi Mbah Prabustika, yang merupakan salah satu keturunan Kerajaan Talaga Manggung.

Nyiramkeun, Tradisi Sucikan Pusaka di Majalengka | Breaktime
Warna berebut mendapatkan air suci

Pelaksanaan ritual Nyiramkeun Majalengka

Ritual Nyiramkeun akan dilakukan oleh 8 orang juru kunci dengan dipimpin oleh Kuncen sepuh. Beliau yang akan mencuci pusaka yang ada di Nunuk. Pusaka-pusaka itu terdiri dari keris, tombak, golok, batu jimat, uang koin kuno hingga arca koleksi Museum Talagamanggung, B’timers.  Untuk membersihkan semua benda pusaka, mereka menggunakan air tumbukan Bunga Mayang.

Sementara menyaksikan proses Nyiramkeun, para warga berharap mendapatkan sedikit air yang diambil dari 7 mata air menggunakan bamboo kuning, B’timers. Ada yang menggunakan air tersebut untuk cuci muka, sementara yang lain akan menyiramkannya ke tanah ladangnya. Namun tak sedikit warga yang menyimpan air penuh berkah ini dalam botol untuk dibawa pulang, lho.

Hmm, tradisi Nyiramkeun dari Majalengka ini cukup unik, ya, B’timers? (NO)

Share This Article