Napak Tilas Orang Pulo, Penghuni Kep. Seribu | Breaktime
Napak Tilas Orang Pulo, Penghuni Kep. Seribu
11.02.2017

Kepulauan Seribu sepertinya sudah bukan wisata alam yang asing di telinga para wisatawan. Kepulauan Seribu jadi wisata alam di Jakarta yang paling diminati. Kecantikan pantai dan lautnya tak kalah dengan wisata bahari di wilayah Indonesia lain. Meskipun menjadi bagian wilayah Jakarta, penduduk yang menghuni kepulauan ini ternyata bukanlah orang Betawi, B’timers.

Mereka memiliki sejarah dan kebudayaan sendiri. Nah, kali ini Breaktime akan mengajak Anda mengupas habis tentang Kepulauan Seribu dan masyarakatnya. Pertama-tama, mari kita intip sejarah Kepulauan Seribu.

Pulau Seribu ternyata merupakan satu kesatuan dengan Kepulauan Nusantara yang berada di Teluk Jakarta. Catatan sejarah tertua di Pulau Seribu adalah berupa prasasti peninggalan Belanda dari abad ke-16. Prasasti ini terletak di Pulau Onrust. Namun, sebenarnya jauh sebelum Belanda datang, bangsa Portugis sudah lebih dulu sampai di Sunda Kelapa, tepatnya pada tahun 1513. Saat itu, Jakarta masih dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran. 

Napak Tilas Orang Pulo, Penghuni Kep. Seribu | Breaktime
Kepulauan Seribu jadi wisata paling diminati di Jakarta. (Photo by Google)

Namun, sayangnya tak ada satupun peninggalan bangsa Portugis yang tersisa hingga saat ini. Selain prasasti, Belanda juga menyisakan benteng pertahanan mereka yang tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Seribu, antara lain Pulau Kelor, Pulau Bidadari, dan Pulau Onrust.

Tak hanya prasasti dan benteng saja, di Kepulauan Seribu juga terdapat banyak makam-makam orang penting yang berkuasa pada jaman dulu. Misalnya makam Ratu Syarifah Fatimah yang merupakan ratu keturunan Arab yang berkuasa di Kesultanan Banten pada abad 17, dan ada juga makam Raja Pandita dari kerajaan Tidung, Kalimantan.

Beralih dari sejarah Kepulauan Seribu ke masyarakat yang menghuni Kepulauan Seribu. Mereka memiliki sebutan sendiri, yaitu Orang Pulo. Yup, jika Anda menyangka kalau mereka orang Betawi, tentu salah. Meski daerah yang berdekatan, tetapi tak ada satupun masyarakat Betawi yang tinggal di sana. 

Napak Tilas Orang Pulo, Penghuni Kep. Seribu | Breaktime
Kehidupan Orang Pulo. (Photo by Google)

Orang Pulo memiliki ciri khas budaya sendiri dengan campuran budaya Banten, Kalimantan, Sulawesi, Sunda, dan sedikit Betawi. Mayoritas Orang Pulo mendiami Pulau Panggang, salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Saat datang ke sana, Anda pasti akan melihat kebudayaan yang benar-benar unik. Nada bicara mereka cenderung keras dan punya gaya bahasa yang unik.

Misalnya, ketika sebagian besar masyarakat menyebut lontong isi dan nasi uduk, Orang Pulo justru menyebutnya dengan ‘selingkuh’. Unik tetapi aneh juga, ya. Untuk sambal segar, mereka menyebutnya dengan ‘sambal beranyut’ dan pempek khas Palembang, mereka sebut dengan ‘puk cue’.

Jadi itulah B’timers sekilas kisah unik tentang Orang Pulo, sang penghuni Kepulauan Seribu. B’timers bisa langsung datang ke sana untuk belajar dan lebih mengenal cara hidup Orang Pulo yang jauh berbeda dengan masyarakat Betawi. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE