Musik Kolintang? Ini Bagi yang Belum Familiar! | Breaktime
Musik Kolintang? Baca Ini Bagi yang Belum Familiar!
10.07.2016

B’timers suka mendengarkan musik atau bermain alat musik? Anda tahu musik kolintang belum? Baca informasi di bawah ini untuk lebih mengenal alat musik klasik asli Indonesia ini, yuk!

Sekilas tentang kolintang

Kolintang merupakan alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu khusus yang disusun sehingga menimbulkan bunyi khas dengan cara dipukul dengan dua stik. Sekilas, kolintang mirip dengan alat musik gambang di Jawa. Nama kolintang aslinya berasal dari bunyi kolintang sendiri yaitu “tong, ting, tang” yang akhirnya dinamai kolintang. 

Musik Kolintang? Ini Bagi yang Belum Familiar! | Breaktime
Pertunjukan kolintang yang dimainkan dengan cara berdiri

Sejarah dan perkembangan kolintang

Kolintang dulunya digunakan untuk upacara ritual adat, B’timers. Masyarakat Minahasa menggunakan kolintang untuk alat pemujaan terhadap roh leluhur. Namun, sejak masuknya agama Kristen dan Islam di Minahasa tradisi seperti itu mulai luntur. Kolintang tidak lagi sebagai sebagai ritual adat, melainkan hanya musik pengiring tarian, pengiring lagu, dan pertunjukan musik.

Alat musik ini awalnya hanya terdiri dari beberapa kayu yang dijejer diatas kedua kaki pemainnya. Kemudian dikembangkan menggunakan dua batang pisang sebagai alasnya. Kolintang mulai menggunakan peti resonator sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa. Konon, Pangeran dari Jawa tersebut membawa juga seperangkat gamelan ke Sulawesi Utara. Sesudah perang dunia ke 2, kolintang mulai dikembangkan ke segi nada yang bersifat universal.

Musik Kolintang? Ini Bagi yang Belum Familiar! | Breaktime
Wisatawan asing yang tertarik musik kolintang

Bentuk Alat Musik Kolintang

Alat musik kolintang merupakan jenis alat music tradisi yang berisi sekumpulan kayu yang dipotong dengan ukuran tertentu. Disusun dengan alas kayu sebagai resonator. Kayu yang digunakan untuk balok kolintang terbuat dari kayu yang padat dan berserat. Kayu yang biasa dipakai adalah kayu lokal yang ringan, seperti kayu cempaka, kayu telur, dan kayu waru. Kayu tersebut disusun sedimikian rupa sehingga membentuk garis sejajar.

Well, itulah sekilas tentang alat musik kolintang yang perlu Anda tahu. Semoga informasinya bermanfaat ya, B’timers! (nap)

Share This Article