Misteri & Kearifan Lokal di Balik Danau Kelimutu | Breaktime
Misteri dan Kearifan Lokal di Balik Keindahan Danau Kelimutu
31.12.2015

Waktu menunjukkan pukul 4 pagi saat saya turun dari mobil dan mulai menapakkan kaki mengikut beberapa anak tangga di awal pendakian Danau Kelimutu.
            Secara adminitratif, Danau Kelimutu masuk wilayah Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Danau di puncak gunung ini berada di tiga wilayah kecamatan, yaitu Detsuko, Wolowaru, dan Ndona.
            Sudah lama saya memasukkan Danau Kelimutu dalam bucketlist karena destinasi ini dikenal memiliki keindahan alam, keunikan sejarah, dan kearifan lokal yang masih terpelihara hingga kini.
            Tapi di balik keindahannya, Danau Kelimutu juga menyimpan banyak kisah misteri yang belum banyak diketahui orang. Saya beruntung karena guide menuju puncak Kelimutu, Markus, banyak bercerita tentang kisah dan sejarah danau tiga warna ini.
            Warga sekitar Gunung Kelimutu atau Lio Nian Gun percaya bahwa tiga danau di puncak gunung tersebut merupakan tempat para arwah leluhur bersemayam. Menurut legenda, jaman dahulu di puncak gunung bermukim Konde Ratu bersama rakyatnya, serta dua tokoh yang disegani, yaitu Ata Polo dan Ata Bupu.
            Ata Polo dikenal sebagai tukang sihir yang kejam sementara Ata Bupu memiliki sifat belas kasih dan mampu menangkal sihir Ata Polo. Pada suatu ketika, keduanya bertarung dan Ata Bupu tak mampu menandingi kekuatan Ata Polo. Ata Batu memutuskan untuk menghilang ke perut bumi, sementara Ata Polo tewas akibat gempat bumi.

Misteri & Kearifan Lokal di Balik Danau Kelimutu | Breaktime
Danau Ata Mbupu, satu dari tiga danau di puncak Gunung Kelimutu

Di tempat Ata Bupu raib ke perut bumi tersebut timbul danau berwarna biru, sementara di tempat Ata Polo terbentuk danau berwarna merah. Di tempat lain muncul danau dengan warna hijau toscha.
            Oleh masyarakat setempat, ketiga danau ini di puncak Gunung Kelimutu ini diberi nama sesuai legenda yang mereka percaya, yaitu Tiwu Ata Polo (warna merah) yang dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah-arwah jahat, Tiwu Ata Mbupu (warna biru) dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah-arwah leluhur dan orang bijak yang meninggal, serta Tiwu Nuwa Muri Koofai (warna hijau) yang dipercaya sebagai danau tempat berkumpulnya arwah pemuda yang meninggal.
            Yang unik, warna air Danau Kelimutu bisa mengalami perubahan karena pengaruh aktivitas vulkanis. Pada bulan April 2015, danau Ata Polo yang semula berwarna hijau berganti warna menjadi cokelat kemerahan. Danau Nuwa Muri Koofai yang berwarna hijau toska berubah menjadi putih, sementara Danau Ata Mbupu menampakkan warna hijau dari yang semula hitam.
            Saat tiba di puncak Kelimutu, cobalah menikmati segelas kopi flores yang ditawarkan penjual di sana. Biji kopi hitam tersebut biasanya merupakan kopi asli yang ditanam warga di lereng Kelimutu. Selain rasanya yang nikmat dan kental, segelas kopi Kelimutu juga menjadi penghangat badan saat diterpa dinginnya udara puncak Kelimutu.

Share This Article