Menyelami Arifnya Budaya Lokal Bangka Belitung | Breaktime
Menyelami Arifnya Budaya Lokal Bangka Belitung
03.12.2017

Indonesia memiliki pulau-pulau yang tersebar luar dari Sabang sampai Merauke. Kalau pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya mungkin B’timers sudah familiar, ya. Bagaimana dengan pulau-pulau kecil yang menyebar di sekelilingnya? Betul, kali ini, Breaktime akan bicara soal Pulau Belitung yang terletak di provinsi Sumatera bagian timur.

Namun, sebenarnya, Pulau Bangka dan Pulau Belitung meski terpisah, keduanya tergabung dalam satu provinsi. Beribukota di Pangkal Pinang, provinsi ini memiliki 470 pulau dan yang berpenghuni hanya 50-an pulau. Di sini, nuansa alamnya begitu indah, apalagi pantai-pantainya. Beragam etnis juga hidup rukun di sini. Lalu seperti apa kebudayaan yang ada di Bangka Belitung ini?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jelajah Alor, Surga di Ujung Timur Nusa Tenggara

Pertama mari kita mengenal rumah adat khas Bangka Belitung yang bernama Rumah Panggung. Ciri rumah ini khas Melayu, seperti yang biasanya terdapat di daerah pesisir Sumatera dan Malaka. Rumah Panggung ini terbuat dari kayu, bambu atau pun rotan. Untuk mendirikan bangunannya ada 9 tiang yang digunakan, kesembilan tiang ini pun ada falsafahnya yang dipercaya oleh masyarakat.

Menyelami Arifnya Budaya Lokal Bangka Belitung | Breaktime
Rumah Panggung yang khas dari Bangka Belitung (cr. Lucianancy)

Tiang yang pertama kali dibangun adalah tiang utama yang terletak di bagian tengah bangunan. Untuk atapnya ditutup dengan menggunakan daun rumbia. Model atapnya sebagian memakai arsitektur Terpancung. Sementara, dinding bangunan menggunakan kulit kayu atau pelepah. Selain rumah adat, Bangka Belitung juga memiliki baju adat yang sangat khas.

Khususnya untuk pernikahan, mempelai laki-laki mengenakan pakaian adat berupa jubah panjang sebatas betis kaki. Warna jubahnya merah dan bahannya terbuat dari beludru serta berhiaskan manik-manik. Sementara, untuk pakaian bawah memakai celana.Di bahu sebelah kanan sehelai kain diselempangkan dan di kepala mengenakan sorban atau disebut sungkon sebagai penutup.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ada Sejarah Pulau Pisang Di Balik Pesonanya

Untuk alas kaki mempelai pria mengenakan sandal Arab. Sedangkan, untuk pengantin wanita pakaian adatnya memakai baju kurung warna merah dengan bahan beludru, serta memakai kain tenun asli Bangka. Kain ini biasa disebut kain cual. Bagian dada dihiasi penutup dada atau teratai, serta juga dilengkapi dengan hiasan Ronce Melati.

Menyelami Arifnya Budaya Lokal Bangka Belitung | Breaktime
Pakaian adat pengantin Bangka Belitung yang serba merah (cr. Kebudayaanindonesia)

Sementara, hiasan kepala wanita mengenakan Paksian yang terdiri dari bermacam hiasan Kembang Goyang, Kembang Cempaka, Daun Bambum, Gelang, Anting Panjang, Sari Bulan, lalu pending untuk ditaruh di bagian pinggang dan lain sebagainya. Melihat warna merahnya terasa penuh cinta dan merekah, ya.

Tidak hanya baju adat daerah saja, Bangka Belitung juga punya senjata tradisional. Beberapa senjata khas daerah ini adalah senjata Kedik yang fungsinya lebih kepada penggunaan sehari-hari, yakni untuk alat pertanian dan perkebunan khususnya lada.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana

Lalu, ada Parang Bangka yang mirip seperti golok di Jawa. Alat ini dibuat agak berat dan lebar, sehingga sasarannya bisa dengan cepat terpotong. Biasanya senjata ini dipakai untuk perkelahian jarak pendek dan juga digunakan buat menebang pohon. Lalu, ada lagi senjata yang bernama Siwar Panjang.

Bangka Belitung selain memilki senjata tradisonal juga punya alat musik yang khas, seperti gendang Melayu, suling, rebana dan dambus. Lalu, tarian tradisional yang ada di sini adalah Tari Campak, Tari Zapin yang terkenal, Tari Tanggai dan Tari Bahtera Bertiang.

Menyelami Arifnya Budaya Lokal Bangka Belitung | Breaktime
Kemplang Belacan makanan khas Belitung (cr. IndonesiaKaya)

Selain itu, juga ada makanan tradisional di Bangka Belitung seperti Kemplang Belacan yang berbahan sagu dan ikan. Bentuknya bulat dan lebar, dengan memakai terasi untuk pelengkap sambalnya. Belacan sendiri adalah sebutan orang sana untuk ‘terasi’. Itulah sekilas tentang kebudayaan Bangka Belitung, B’timers. Kalau ada kesempatan, jalan-jalan sekaligus wisata alam dan budaya ke sana, yuk.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE