Menjelajah Baduy Dengan Mengandalkan 7 Bekal | Breaktime
Menjelajah Baduy Dengan Mengandalkan 7 Bekal
17.10.2017

Ingin bertualang ke daerah terpencil yang belum tersentuh teknologi di era modern saat ini? Kampung Baduy di Banten bisa menjadi alternatif destinasi bagi B'timers. Wilayah suku Baduy disebut Desa Kanekes, berada di kawasan perbukitan selatan Banten. Ada 65 kampung adat Baduy termasuk tiga Baduy Dalam, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik.

Hingga saat ini, Orang Kanekes atau Baduy Dalam masih memegang teguh adat dan tradisi leluhur, masih bersifat tertutup pada teknologi dan dunia luar. Meski terisolasi dari dunia luar, kawasan Baduy Dalam justru menjadi daya tarik wisatawan. Warga Baduy Dalam sangat ramah dalam menyambut pengunjung, namun setiap pengunjung diwajibkan mematuhi berbagai peraturan adat.

Menjelajah Baduy Dengan Mengandalkan 7 Bekal | Breaktime
Jalanan menuju desa Baduy melewati hutan dan sungai
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Eksotisme Papua Nugini dalam Keragaman Budaya

Persiapkan fisik

Untuk menuju Baduy Dalam kampung Cibeo, wisatawan harus berjalan sepanjang 12 kilometer di area perbukitan melalui Ciboleger. Apabila terjadi kecelakaan di perjalanan, hanya tersedia pertolongan manual dan tradisional.

Menghormati alam di Baduy

Tak hanya teknologi dan benda-benda modern, wisatawan juga harus menghormati alam seperti sumber air dan sungai. Wisatawan atau orang luar dilarang mandi di sungai Baduy, termasuk pula dilarang menggunakan deterjen, sabun mandi, dan pasta gigi.

Menghormati adat istiadat setempat

Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Kanekes Dalam yaitu tidak dibolehkan memakai kendaraan untuk transportasi, tidak boleh memakai alas kaki, pintu rumah harus menghadap utara atau selatan, pantangan menggunakan alat elektronik, dan selalu memakai kain berwarna hitam atau putih yang ditenun dan dijahit sendiri.

Menjelajah Baduy Dengan Mengandalkan 7 Bekal | Breaktime
Salah satu aktivitas warga Baduy yaitu menenun kain untuk pakaian sehari-hari
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Mengulik Uniknya Budaya Bekasi dari Bahasa Daerah

Menjaga kebersihan

Wisatawan yang memasuki kawasan Baduy Dalam diwajibkan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Bagi traveler perempuan, bila membawa pembalut harus dibersihkan dan dibawa kembali untuk dibuang di kawasan luar Baduy Dalam.

Dilarang meninggalkan benda-benda modern

Traveler yang akan pulang dari Baduy Dalam dilarang meninggalkan barang-barang "modern" seperti sepatu, sendal, senter, atau benda-benda elektronik lainnya. Hal ini karena warga Baduy Dalam tidak menggunakan alas kaki dan tidak menggunakan peralatan modern.

Menjelajah Baduy Dengan Mengandalkan 7 Bekal | Breaktime
Kondisi rumah warga Baduy yang masih sangat sederhana

Dilarang mengambil gambar

Saat memasuki kawasan Baduy Dalam, wisatawan dilarang mengambil gambar, foto, atau video. Hal ini dikarenakan warga Baduy Dalam menutup diri dari teknologi. Matikan handphone dan kamera selama di Baduy Dalam untuk menghormati adat istiadat masyarakat setempat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Berani Liburan di Pulau Mistis di Indonesia?

Menggali informasi dari masyarakat setempat

Tidak semua informasi yang beredar tentang Baduy Dalam disampaikan ke dunia luar. Bagi traveler yang ingin menggali informasi lebih dalam tentang Baduy Dalam, sebaiknya bertanya langsung kepada tokoh desa di Baduy Dalam Kampung Cibeo.

Nah, setelah mengetahui tujuh poin di atas, kini B'timers bisa mulai merencanakan petualangan ke kampung Baduy di Baduy Dalam, provinsi Banten. Yuk, menjelajah budaya!



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE