Menguak Burma, Ibukota Myanmar yang Penuh Mistis | Breaktime
Menguak Burma, Ibukota Myanmar yang Penuh Mistis
31.03.2016

Burma, yang memiliki nama resmi sebagai Naypyidaw adalah ibukota Myanmar. Kota Naypyidaw dikenal sangat terselubung dalam kerahasiaan dan penuh misteri. Pertama kali menjadi ibu kota Myanmar dekade lalu tepatnya di tahun 2006, setelah pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Yangon (juga dikenal sebagai Rangoon) dengan penjelasan yang tidak cukup dimengerti.

Menguak Burma, Ibukota Myanmar yang Penuh Mistis | Breaktime
Setelah 1 dekade pusat pemerintahan Myanmar yang baru

Sejak saat itu, meski telah dikembangkan dan luas wilayah semakin besar sehingga mampu menampung hingga satu juta penduduk, kota ini tetap saja memilki aura mistis. Sebenarnya, kota ini dibangun khusus untuk staf pemerintah. Sedangkan penduduk setempat hanya datang untuk hidup di kota. Namun, alih-alih menjadi kota metropolitan yang booming, Naypyidaw justru lebih mirip tanah tak bertuan karena hening dan sepi.

Jalan raya berukuran super besar yang lengang dan sepi

Naypiydaw memiliki jalan raya berukuran super besar yang diklaim mampu memuat hingga 20 jalur. Jalan raya tersebut dibangun secara sengaja agar pantas dilalui kendaraan SUV. Namun, beberapa sumber justru melaporkan bahwa jalanan besar ini juga dibangun sebagai landasan pacu untuk pendaratan para militer setelah mengudara.

Menguak Burma, Ibukota Myanmar yang Penuh Mistis | Breaktime
Hanya sesekali terlihat orang melintas

Sayangnya, jalan yang dibangun dengan dana selangit ini sama sekali tak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan. Hal tersebut dikuatkan dengan banyaknya foto-foto yang diambil namun semuanya hanya mencerminkan kesepian dan hanya segelintir individu yang terlihat berjalan atau bersepeda melalui ibukota terpencil ini pada suatu titik tertentu di siang hari. Padahal, secara resmi penduduk Naypyddaw tercatat sebanyak 924.000 jiwa.

Menguak Burma, Ibukota Myanmar yang Penuh Mistis | Breaktime
Selalu dibersihkan tiap hari

Dibangun di atas hutan belantara

Pembangunan kota Naypyidaw dimulai pada tahun 2002. Lokasi semula sebenarnya berada di tengah-tengah hutan yang belum ditinggali lebih dari 2.000 tahun. Walaupun petugas pemerintah pindah ke ibukota baru di awal tahun 2005, banyak karyawan yang terpisah dari keluarga mereka karena kurangnya sekolah dan fasilitas lainnya.

Kota tersebut dibagi menjadi berbagai zona. Kota untuk kementerian dan pemerintah jauh dari daerah militer dan ada juga zona dan hotel zona komersial yang ditunjuk. Sayangnya, wilayah ini sangat kurang akan destinasi pariwisata.

Kabarnya, orang asing dan investor tidak tertarik untuk mengunjungi  tempat ini. Agen perjalanan wisata juga lebih memilih untuk tidak mengunjungi wilayah ini demi alasan keamanan. Sementara itu pekerja asing dan penduduk luar Naypyidaw yang bekerja di pusat kota, memilih untuk tidak menetap dan lebih suka bolak-balik setiap hari dari Yangon ke Naypyidaw.

Terlepas dari kenyataan bahwa pemerintah menyisihkan hampir 5 hektar dari lahan masing-masing, untuk kedutaan dan kantor pusat misi PBB asing, hanya kedutaan Bangladesh yang telah pindah ke Naypyidaw sejauh ini. Hmm, Anda sendiri, tertarik datang ke sini, B’timers? (nap)

Share This Article