Mengenal Tradisi Karapan Sapi Khas Madura, Yuk! | Breaktime
Mengenal Tradisi Karapan Sapi Khas Madura, Yuk!
23.06.2016

Jika bicara tentang Madura, salah satu hal yang terlintas di kepala selain garam adalah Karapan Sapi. Karapan Sapi yang merupakan pertunjukan khas dan merupakan salah satu kekayaan budaya rakyat Madura. Untuk lebih jelasnya, baca informasi berikut, yuk!

Sekilas tentang Karapan Sapi

Karapan sapi atau kerapan sapi merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu yang merupakan tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut. dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.

Trek pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter panjangnya. Lomba pacuan sapi dapat berlangsung sekitar sepuluh detik sampai satu menit. Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun. Pertandingan final digelar pada akhir September atau Oktober di eks Kota Karesidenan, Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.

Mengenal Tradisi Karapan Sapi Khas Madura, Yuk! | Breaktime
Tak jarang yang menjadi joki masih anak-anak

Sejarah karapan sapi

Awal mula Karapan sapi dilatarbelakangi oleh tanah Madura yang kurang subur untuk lahan pertanian. Sebagai gantinya, orang-orang Madura mengalihkan matapencahariannya sebagai nelayan untuk daerah pesisir namun juga masih beternak sapi yang bisa digunakan untuk bertani khususnya dalam membajak sawah atau ladang.

Suatu Ketika seorang ulama Sumenep bernama Syeh Ahmad Baidawi atau yang juga dikenal sebagai Pangeran Katandur, memperkenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang dikenal dengan masyarakat madura dengan sebutan “nanggala” atau “salaga” yang ditarik dengan dua ekor sapi. Untuk dapat membajak sawah, sapi-sapi yang digunakan harus kuat.

Baca Juga: Beda Sate Ayam Ponorogo Dan Madura

Mengenal Tradisi Karapan Sapi Khas Madura, Yuk! | Breaktime
Tarian sebelum kompetisi di mulai

Nah, maksud awal diadakannya Karapan Sapi ini adalah untuk memperoleh sapi-sapi yang kuat tersebut. Orang Madura memelihara sapi dan menggarap sawah-sawah mereka sesegera mungkin. Gagasan ini kemudian menimbulkan adanya tradisi Karapan Sapi seperti yang saat ini terkenal di seluruh Indonesia.

Karapan sapi menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya khususnya setelah menjelang musim panen habis. Karapan Sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi musik saronen yang khas.

Nah itulah informasi tentang apa itu Karapan Sapi dan bagaimana sejarahnya. Semoga ulasan singkat ini menambah wawasan Anda ya, B’timers! (nap)

Share This Article