Mengenal Tari Bedhaya Ketawang dari Kota Solo | Breaktime
Mengenal Tari Bedhaya Ketawang dari Kota Solo
04.07.2016

Solo merupakan kota di Jawa Tengah yang sangat kental dengan budaya. Menjadi identitas budaya Jawa yang sudah ada sejak lama, Solo juga masih melestarikan banyak budaya yang masih dijunjung tinggi hingga kini. Salah satunya seperti tari tradisional Bedhaya Ketawang yang merupakan tarian dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Tari ini sendiri memiliki makna yang terkandung dalam dua kata yakni Bedhaya dan Ketawang. “Bedhaya” berarti penari wanita yang ada di istana, sementara “Ketawang” yang berasal dari kata Tawang berarti bintang di langit. Kental dengan budaya Jawa, tarian ini benar-benar dianggap sakral, lho.

Bedhaya Ketawang digelar satu tahun sekali, ditarikan oleh sembilan penari perempuan, semuanya dirias dengan riasan seperti pengantin Jawa. Bahkan, ada sebutan khusus untuk masing-masing dari kesembilan penari tersebut, lho. Sebutan itu adalah Batak, Endhel Ajeg, Endhel Weton, Apit Ngarep, Apit Mburi, Apit Meneg, Gulu, Dhada, dan Boncit.

Mengenal Tari Bedhaya Ketawang dari Kota Solo | Breaktime
Tari Bedhaya Ketawang yang sakral dan kental dengan budaya Jawa

Kisah dalam tarian ini adalah hubungan khusus yang terjalin antara Panembahan Senopati yang merupakan penguasa Mataram, dengan Ratu Kencana Sari atau lebih kita kenal dengan Kanjeng Ratu Kidul yang merupakan Dewi Laut Selatan. Sementara, untuk fokusnya lebih ke adegan percintaan keduanya. Tentang iringan musik, ada lima instrumen dimainkan untuk tarian ini.

Kelima instrumen tersebut adalah kemanak, kethuk, kenong, kendhang dan gong, plus iringan suara dari sinden. Saking kentalnya dengan budaya Jawa, bahkan saat persiapan pentas, ada aturan serta upacara yang harus diikuti oleh semua penari. Para penari harus tidur di Panti Satria, ini merupakan area paling suci yang ada di istana, di sini juga jadi tempat penyimpanan barang-barang peninggalan spiritual.

Wah wah, memang seru sekali ya, kalau membahas tentang budaya yang ada di Indonesia, tak ada habisnya! Bagaimana dengan B’timers sendiri, sudah pernah nonton gelar tari Bedhaya Ketawang? (md)

Share This Article